Pembukaan Pindul Tunggu Status Zonasi Kerawanan Covid-19

Gua Pindul, Gunungkidul. - JIBI
09 Agustus 2020 17:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Obyek wisata Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo hingga sekarang belum dibuka untuk uji coba. Belum dibukanya wisata susur goa ini kemungkinan besar dikarenakan adanya penularan Covid-19 di wilayah tersebut. Sedangkan untuk uji coba, pengelola harus mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas percepatan penaganan Covid-19.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pihaknya sudah melakukan verifikasi dan simulasi terkait dengan uji coba pembukaan Goa Pindul. Hanya saja, hingga sekarang gugus tugas belum memberikan rekomendasi berkaitan dengan pembukaan obyek tersebut.

Ia menjelaskan, untuk bisa beroperasi harus mengantongi rekomendasi dari gugus tugas percepatan penangan Covid-19. Rekomendasi tersebut merupakan hal yang wajib karena sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan destinasi wisata. “Kita masih tunggu,” kata Hary, Minggu (9/8/2020).

Baca Juga: Pasien Corona yang Akan Pulang ke Moyudan Sempat Ditolak

Dia menjelaskan, belum adanya rekomendasi pembukaan Pindul erat kaitannya dengan status kerawanan penularan. Terlebih lagi, kata Hary, beberapa waktu lalu ada temuan kasus penyebaran Covid-19 di Kalurahan Bejiharjo. “Tentang status dan kerentanan sepenuhnya jadi kewenangan gugus tugas, kami masih tunggu perkembangannya seperti apa,” katanya.

Wacana pembukaan Goa Pindul sudah digulirkan pengelola sejak akhir Juni lalu. Namun demikian, memasuki minggu kedua Agustus pembukaan belum juga terlaksana.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri, Kalurahan Bejiharjo, Saryanto mengatakan, pembukaan Pindul belum terealisasi karena Kapanewon Karangmojo masuk sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Hal inilah berdampak terhadap rencana pembukaan destinasi.

Baca Juga: Tukang Kredit Keliling di Pakem Terjangkit Corona, Dinkes Sleman Lakukan Tracing

Meski demikian, ia menyikapi masalah dengan positif. Pasalnya, seluruh pengelolan memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbenah. Salah satunya fokus dalam upaya penyiapan pembukaan wisata di era adaptasi kebisaan baru ini. “Fokus dulu di persiapan. Hal ini dilakukan untuk aturan sesuai dengan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan,” katanya.

Dia menjelaskan, persiapan yang dilakukan adalah dengan menyediakan sarana cuci tangan untuk pengunjung, penyediaa tempat handsanitizer dan lain sebagainya. “Kami akan mematuhi aturan dari pemerintah. Sebelum uji coba, kami jugga akan melakukan simulasi pelaksanaan wisasat di era adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penularan corona,” katanya.