Pembangunan Kawasan Sekitar YIA Bakal Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Petugas kebersihan membersihkan ruang tunggu di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
10 Agustus 2020 06:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Bank Indonesia (BI) DIY menilai pembangunan kawasan sekitar bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dapat segera direalisasikan.

Kepala BI DIY, Hilman Tisnawan mengatakan pertumbuhan ekonomi di DIY beberapa tahun terakhir memang didukung dengan adanya pembangunan bandara YIA. Dari pembangunan dana masuk, menambah belanja dan perputaran uang.

Baca juga: Pemkab Permudah Investor untuk Membangun Kereta Gantung di Menoreh

Begitu pembangunan berhenti dan terdampak pandemi Covid-19, pemaksimalan dari fungsi bandara pun belum bisa dijalankan. Akibatnya ekonomi yang diharapkan tumbuh pun belum dapat terealisasi.

Dampak Covid-19 juga, dikatakan Hilman pembangunan atau investasi kawasan sekitar bandara menjadi tertunda. Melihat perkembangan kondisi yang ada, dikatakannya ekonomi harus berjalan beriringan dengan penanganan Covid-19. Oleh sebab itu, pembangunan kawasan sekitar bandara harus terealisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kegiatan-kegiatan proyek harus didorong, itu ada multiplier effect peningkatan ekonomi lainnya. Kalau nunggu pariwisata yang jadi andalan DIY belum pulih, mesin lainnya harus dihidupkan. Pemda dan Pusat untuk menggantikan mesin itu [pariwisata], kalau tidak akan terus negatif,” kata Hilman, Minggu (9/8/2020).

Baca juga: PUPR Bangun 4 Gerbang untuk Pengembangan Candi Borobudur

Berdasarkan rilis yang dipaparkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi sebesar 6,74% (year on year), disebabkan pertama karena Covid-19 dan selesainya pembangunan bandara.

“Pemicu utama adalah munculnya kasus Covid-19 di DIY yang mulai terdeteksi pada pertengahan Maret 2020. Selain itu, selesainya mega proyek Bandara Internasional Yogyakarta juga turut memicu terjadinya kontraksi,” ujar Heru.

Sebelumnya diketahui sejumlah pembangunan hotel di kawasan bandara juga mulai berjalan. Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama mengatakan pihaknya menyambut baik dengan adanya hotel di kawasan bandara, hal tersebut menurutnya juga sebagai pendukung beroperasinya bandara.

“Menyambut baiklah, terutama hotel bintang itu. Kebutuhan ini juga tidak hanya untuk wisatawan, tetapi untuk kru yang jumlahnya banyak,” kata Pandu.

Pandu mengungkapkan pembangunan hotel tersebut juga sebagai pendukung Aerocity. Diungkapkan Pandu di kawasan sekitar bandara juga ada lahan sekitar 89 hektare itu untuk mendukung Aerocity. Nantinya dikatakan Pandu, selain hotel ada gedung pertemuan, tempat untuk pelayanan cargo, taman, rumah sakit hingga mall.

Disinggung dengan adanya pandemi Covid-19, pihaknya tetap optimis pembangunan akan tetap mulai berjalan pada 2021. “Pertemuan terakhir kita tetap fokus memulai [2021], jadi memang harus dimulai, pandemi harus optimis. Pembangunan harus jalan, kalau tidak dimulai kapan jadinya,” ujar Pandu.