Imbas Corona, APBD Bantul Hanya Terserap 39,18%

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
12 Agustus 2020 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul mencatat serapan anggaran pada APBD tahun ini masih di bawah 50%. Alasannya karena banyak pekerjaan fisik seperti pengadaan barang dan jasa dihentikan akibat adanya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Kepala BKAD Bantul Trisna Manurung mengatakan, serapan di bawah 50% atau tepatnya 39,18% tersebut terhitung selama satu smester atau sampai akhir Juni.

“Realisasi anggaran sampai akhir smester pertama baru 38,82 persen untuk belanja tidak langsung dan 38,06 persen untuk belanja langsung atau baru Rp540 miliar belanja tidak langsung dan Rp3,02 miliar belanja langsung,” kata Kepala BKAD Bantul, Trisna Manurung, Rabu (12/8/2020).

BACA JUGA: Malang, Balita di Sleman Tewas Dianiaya Pacar Ibu Hanya karena Mengompol

Sementara total APBD Bantul 2020 sebesar Rp2,172 triliun. Trisna mengatakan pemangkasan terjadi di hampir semua organisasi perangkat daerah

(OPD), salah satunya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan kawasan Permukiman (DPUPKP) yang mencapai Rp109 miliar dipangkas.

Hasil pemangkasan anggaran sesuai arahan dari Pemerintah Pusat masuk dalam Dana Tidak Terduga (DTT). Saat ini total dana DTT disebutnya ada Rp140 miliar, dan yang sudah digunakan untuk bidang kesehatan sebesar Rp49 miliar.

Bidang kesehatan itu, kata dia, bukan hanya Dinas Kesehatan namun di dalamnya ada Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati, Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19, serta OPD lainnya untuk belanja seperti hand sanitizer dan sebagainya. Sementara sisanya dibelanjakan untuk jaring pengaman sosial (JPS) seperti Bantuan Langsung Tunai dan pemulihan ekonomi.