Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul mencatat serapan anggaran pada APBD tahun ini masih di bawah 50%. Alasannya karena banyak pekerjaan fisik seperti pengadaan barang dan jasa dihentikan akibat adanya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).
Kepala BKAD Bantul Trisna Manurung mengatakan, serapan di bawah 50% atau tepatnya 39,18% tersebut terhitung selama satu smester atau sampai akhir Juni.
“Realisasi anggaran sampai akhir smester pertama baru 38,82 persen untuk belanja tidak langsung dan 38,06 persen untuk belanja langsung atau baru Rp540 miliar belanja tidak langsung dan Rp3,02 miliar belanja langsung,” kata Kepala BKAD Bantul, Trisna Manurung, Rabu (12/8/2020).
BACA JUGA: Malang, Balita di Sleman Tewas Dianiaya Pacar Ibu Hanya karena Mengompol
Sementara total APBD Bantul 2020 sebesar Rp2,172 triliun. Trisna mengatakan pemangkasan terjadi di hampir semua organisasi perangkat daerah
(OPD), salah satunya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan kawasan Permukiman (DPUPKP) yang mencapai Rp109 miliar dipangkas.
Hasil pemangkasan anggaran sesuai arahan dari Pemerintah Pusat masuk dalam Dana Tidak Terduga (DTT). Saat ini total dana DTT disebutnya ada Rp140 miliar, dan yang sudah digunakan untuk bidang kesehatan sebesar Rp49 miliar.
Bidang kesehatan itu, kata dia, bukan hanya Dinas Kesehatan namun di dalamnya ada Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati, Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19, serta OPD lainnya untuk belanja seperti hand sanitizer dan sebagainya. Sementara sisanya dibelanjakan untuk jaring pengaman sosial (JPS) seperti Bantuan Langsung Tunai dan pemulihan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Sebanyak 2.663 ASN Jawa Barat terindikasi judi online. Pemprov Jabar siapkan sanksi mulai pembinaan hingga pemecatan.
Harga barang diprediksi naik pada akhir 2026 akibat biaya produksi dan pelemahan rupiah. Daya beli masyarakat terancam melemah.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Komisi III DPR RI akan membentuk tim pengawas usai Febrie Adriansyah mundur dari Jampidsus. Penanganan kasus korupsi diminta tetap berjalan.
Kejati Jawa Tengah memastikan tidak ada penggeledahan atau pemeriksaan terkait SPPG. Aktivitas kejaksaan hanya sebatas pengumpulan data di lapangan.