Pasien Positif Corona di Kulonprogo yang Meninggal Dunia Sempat Menulari 7 Orang

Ilustrasi. - Freepik
12 Agustus 2020 17:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo melonjak cukup signifikan. Pada Rabu (12/8/2020), Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo melaporkan ada ada delapan kasus baru. Tujuh di antara mereka merupakan kontak erat dari pasien positif Corona asal Sentolo yang dinyatakan meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan delapan kasus baru itu meliputi KP-46, KP47, KP-48, KP-49, KP-50, KP-51, KP-52 dan KP-53. "Ya, ada penambahan delapan kasus, sehingga total kasus kumulatif di Kulonprogo sebanyak 53 orang," kata Baning kepada awak media, Rabu (12/8/2020) sore.

Baning mengatakan untuk KP-46, laki-laki, 36, asal Kapanewon Sentolo memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi. Sedangkan sisanya, yakni empat penderita asal Kapanewon Sentolo meliputi KP-47, laki-laki; KP-48, laki-laki; KP-49, laki-laki; KP-50, perempuan dan tiga orang asal Kapanewon Lendah yakni KP-51, laki-laki; KP-52, laki-laki dan KP-53, laki-laki, memiliki riwayat kontak erat dengan KP-44, pria, 51, asal Kapanewon Sentolo yang dinyatakan meninggal dunia, pada Sabtu (8/8/2020) di RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta.

"Tujuh orang ini merupakan kontak dari kasus KP-44," jelas Baning.

Terkait tujuh kasus baru yang bersumber dari KP-44, gugus tugas kabupaten menyebutnya sebagai kluster Srikayangan. Penyebutan ini dikarenakan KP-44 tinggal di wilayah Kalurahan Srikayangan, Sentolo.

Baning menjelaskan dari kluster Srikayangan, tercatat sudah ada sembilan kasus positif dengan dua di antaranya meninggal dunia. Dua yang meninggal itu yakni KP-44 dan KP-45. Sisanya, adalah kasus baru yang telah disebutkan di atas.

KP-45 merupakan perempuan berusia 45 tahun, asal Sentolo, yang memiliki riwayat penyakit asma dan menunjukkan gejala berat hingga meninggal pada Minggu (9/8) di RSUP dr Sardjito. KP-45 sebelumnya masuk klasifikasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tapi pada Senin (10/8/2020) dinyatakan sebagai kasus positif karena hasil test swab yang keluar hari itu menunjukkan ia terinfeksi virus Corona.

"Kami sebut sebagai cluster Srikayangan, dan sementara sudah ada sembilan kasus positif dengan dua di antaranya meninggal. Dari hasil tracing kami temukan ada sebanyak 39 kontak erat dari KP-44 dan KP-45. Ke 39 orang ini telah menjalani test swab dan masih menunggu hasil laboratorium," ujar Baning.

Baning mengatakan, Puskesmas Sentolo dan Dinas Kesehatan Kulonprogo masih melanjutkan tracing kepada kontak erat kasus positif yang dilaporkan hari ini.

BACA JUGA: Diterjang Ombak, Kapal Sebesar 5 Gross Ton di Gunungkidul Tabrak Menara Mercusuar

Dalam kesempatan yang sama, Baning juga mengumumkan kesembuhan tiga pasien Covid-19. Ketiganya berasal dari Kapanewon Wates, yakni KP 32, laki-laki; KP-35, perempuan, 35 dan KP-36, perempuan, 49.

Dengan tambahan delapan kasus baru dan kesembuhan tiga penderita, maka total akumulasi penderita Covid-19 di Kulonprogo saat ini mencapai 53 orang dengan rincian 23 dalam perawatan, 29 sembuh dan dua meninggal dunia. Sedangkan jumlah PDP yang tercatat hari ini sebanyak 119 orang, dengam rincian satu dirawat, 53 pulang, 12 meninggal dunia dan 53 positif.

Sementara itu Wakil Bupati Kulonprogo, yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengimbau kepada masyarakat Kulonprogo agar meningkatkan kewaspadaan dan tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Masyarakat diminta jangan ngeyel dan harus senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

"Saya sebagai ketua gugus tugas Covid-19 menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewasapadaan dan patuh protokol kesehatan di tengah masa pandemi ini. Kita harus kuat, ojo ngeyel, ojo sambat," kata Fajar.