Diterjang Ombak, Kapal Sebesar 5 Gross Ton di Gunungkidul Tabrak Menara Mercusuar

Ilustrasi gelombang di pantai. - JIBI
12 Agustus 2020 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kenaikan gelombang di kawasan Pantai Selatan nyaris memakan korban. Pasalnya, sebuah kapal penangkap ikan berukuran 5 grosston (GT) hampir terbalik karena diterjang gelombang di Dermaga Pelabuhan Sadeng.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko mengatakan, peristiwa nahas ini bermula saat kapal Restu Putra saat akan bersandar di Dermaga Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Pada saat masuk, tiba-tiba datang ombak besar yang membuat nakoda tidak dapat mengendalikan kemudi hingga kapal oleng dan nyaris terbalik. Tak hanya itu, kapal juga sempat menabrak menara mercusuar dan mengakibatkan kerusakan ringan. “Ada satu nakoda dan enam anak buah kapal, tapi semuanya berhasil diselamatkan,” kata Sunu kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Menurut dia, proses evakuasi kapal sempat terkendala karena ombak besar. Meski demikian, kapal berhasil ditarik ke dermaga dengan dibantu dengan perahu jukung. Selain itu, nelayan setempat juga ikut membantu menarik dari pinggir dermaga agar kapal bisa merapat. “Semua berhasil diamankan dan kapal hanya mengalami kerusakan kecil akibat menabrak menara mercusuar,” katanya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, berdasarkan laporan dari Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY ada kenaikan gelombang di kawasan Pantai Selatan. Adapun ketinggian gelombang mencapai 4-6 meter. Menurut dia, informasi ini sudah disampaikan kepada nelayan maupun pedagang di kawasan pantai.

BACA JUGA: Wapres Sebut Bayi Indonesia yang Dapat ASI Eksklusif di Bawah 50 %

"Kami minta untuk berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Untuk saat ini kondisi masih aman terkendali," kata Marjono.

Dia menjelaskan, dampak dari kenaikan gelombang ini, untuj sementara waktu nelayan berhenti mencari ikan. Selain itu, para nelayan juga berinisiatif memindahkan perahu-perahu ke tempat ya g lebih tinggi. Hal ini dilakukan agar perahu tidak rusak akibat diterjang ombak.

"Sudah diamankan dengan gotong royong antar nelayan," katanya. Menurut dia, fenomena gelombang tinggi yang menerjang di kawasan pantai merupakan hal yang sering terjadi. "Kalau ada potensi kenaikan, pasti kami kabarkan ke nelayan maupun warga yang ada di kawasan pantai. Seluruh petugas juga kami siagakan," katanya.