Proyek Fisik di Kota Jogja Dikebut

Ilustrasi. - Freepik
14 Agustus 2020 21:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah proyek fisik di Kota Jogja akan kembali bergulir. Dengan sisa waktu kurang lebih empat bulan, ditargetkan beberapa proyek besar bisa rampung.

Beberapa proyek fisik yang besar adalah penataan kawasan Sudirman dan Ahmad Dahlan. Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya telah mengerjakan kepastian terhadap pelaksanaan proyek. Pihak juga berupaya agar proses pelelangan juga segera cepat terlaksana. "Karena lelang membutuhkan waktu sebulanan lah kurang lebih," ujarnya ditemui Rabu (13/8/2020)

Heroe berharap beberapa proyek yang terhitung agak besar bisa serentak dilaksanakan agar dapat berjalan semua. "Sehingga kami membantu kepada proses pihak ketiga itu menyiapkan tempatnya kita percepat juga," ujarnya.

Setelah melakukan beberapa pertimbangan, Heroe yakin pihaknya dapat menyelesaikan beberapa proyek dengan waktu efektif empat bulan berjalan baik. "Bahkan kalau bisa pertengahan Desember bisa selesai, sehingga ketika libur panjang Sudirman bisa selesai, Ahmad Dahlan bisa selesai, termasuk di Taman Pintar 2," terangnya.

Dari sisi standar waktu, Heroe mengatakan pembangunan sudah sesuai standar pengerjaan. "Yang kita harapkan tidak ada perpanjangan atau sanggahan, karena waktunya sudah cukup, kalau yang agak gede itu kan Sudirman dan Ahmad Dahlan tu yang perlu, asal sosialnya selesai pihak ketiga juga bisa segera mengerjakan tugasnya," ungkapnya.

Dengan waktu yang terbilang pendek Heroe mengatakan tidak lantas membuat kualitas bangunan tidak baik. "Kalau sesuai spek dan kualitas tidak bisa ditawar kami meminta pimpinan proyek selalu mengawasi pembangunan itu karena waktu yang terasa di pandemi agak berbeda ada penekanan yang lebih," ujarnya. Pihaknya optimis sarapan anggaran masih bisa dioptimalkan.

Sementara itu dihubungi di waktu yang berbera, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja, Wasesa menyebutkan hingga Agustus ini belanja total daerah sebesar 38,93 persen. Jumlah tersebut dialokasikan ke semua sektor.