Diterjang Corona, Proyek Kawasan Penopang YIA Terpaksa Dihentikan

Sejumlah kendaraan melintas di depan proyek pembangunan hotel yang berlokasi di depan pintu masuk YIA, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (3/8/2020).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara.
14 Agustus 2020 09:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pandemi Covid-19 menyebabkan proyek pembangunan rest area Pandawa Maetala yang diproyeksikan bakal menjadi kawasan penopang Yogyakarta International Airport (YIA), terhenti. Saat ini progres pembangunan rest area seluas 4,3 hektar di tanah kas desa di Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, itu baru berkisar 30 persen.

Pembangunan rest area ini merupakan proyek Kerja Sama Operasional (KSO) antara Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kulonprogo dan PT. Avicena Perkasa. Menelan anggaran hingga Rp30 miliar, peletakan batu pertama pembangunan rest area ini telah dilakukan pada awal 2019 lalu dan ditargetkan rampung tahun ini.

BACA JUGA : Aerotropolis Penopang Bandara Kulonprogo Diperluas Tiga

Pihak pemrakarsa bahkan menjadwalkan bisa meresmikan bangunan rest area sebelum Idul Fitri 2020. Namun, target itu ternyata meleset. Pembangunan mandek karena wabah corona.

Hal itu diungkapkan Direktur PDAU Kulonprogo, Suharyanto. Dia mengatakan, pengerjaan proyek ini terhenti ketika pemerintah menetapkan status pandemi Covid-19 sebagai wabah nasional dan membuat segala kegiatan dengan kerumunan massa ditunda, termasuk proyek itu.

"Sejak adanya pandemi Covid-19, pengerjaan proyek ini terhenti, kami juga tidak mau memaksakan karena terlalu berisiko," kata Suharyanto, Kamis (13/8/2020).

Saat ini progres pembangunan rest area ini baru berkisar 30 persen. Itu meliputi pengurukan dan perataan lahan, pembangunan empat pondasi untuk bangunan pendopo utama dan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera), pemasangan kapling untuk stan dan tenan serta penggalian saluran irigasi.

BACA JUGA : Pembangunan Kawasan Sekitar YIA Bakal Pacu

Suharyanto mengatakan pembangunan rest area ini akan segera dimulai kembali mengingat target penyelesaian bangunan dan bisa difungsikan adalah Januari 2021 mendatang. Suharyanto menyebut, sudah ada sejumlah investor yang melirik rest area ini sebagai lokasi usaha, di antaranya toko berjejaring dan penyedia jasa pemutaran film.

Sementara itu Direktur PT. Avicena Perkasa, Ali Muddin mengaku optimis bisa menyelesaikan target pembangunan Januari 2021 mendatang. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Proyek ini kan melibatkan ratusan pekerja, jadi ya kami harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satunya dengan pembagian sif kerja," ujarnya.