Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Sejumlah kendaraan melintas di depan proyek pembangunan hotel yang berlokasi di depan pintu masuk YIA, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (3/8/2020).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pandemi Covid-19 menyebabkan proyek pembangunan rest area Pandawa Maetala yang diproyeksikan bakal menjadi kawasan penopang Yogyakarta International Airport (YIA), terhenti. Saat ini progres pembangunan rest area seluas 4,3 hektar di tanah kas desa di Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, itu baru berkisar 30 persen.
Pembangunan rest area ini merupakan proyek Kerja Sama Operasional (KSO) antara Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kulonprogo dan PT. Avicena Perkasa. Menelan anggaran hingga Rp30 miliar, peletakan batu pertama pembangunan rest area ini telah dilakukan pada awal 2019 lalu dan ditargetkan rampung tahun ini.
BACA JUGA : Aerotropolis Penopang Bandara Kulonprogo Diperluas Tiga
Pihak pemrakarsa bahkan menjadwalkan bisa meresmikan bangunan rest area sebelum Idul Fitri 2020. Namun, target itu ternyata meleset. Pembangunan mandek karena wabah corona.
Hal itu diungkapkan Direktur PDAU Kulonprogo, Suharyanto. Dia mengatakan, pengerjaan proyek ini terhenti ketika pemerintah menetapkan status pandemi Covid-19 sebagai wabah nasional dan membuat segala kegiatan dengan kerumunan massa ditunda, termasuk proyek itu.
"Sejak adanya pandemi Covid-19, pengerjaan proyek ini terhenti, kami juga tidak mau memaksakan karena terlalu berisiko," kata Suharyanto, Kamis (13/8/2020).
Saat ini progres pembangunan rest area ini baru berkisar 30 persen. Itu meliputi pengurukan dan perataan lahan, pembangunan empat pondasi untuk bangunan pendopo utama dan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera), pemasangan kapling untuk stan dan tenan serta penggalian saluran irigasi.
BACA JUGA : Pembangunan Kawasan Sekitar YIA Bakal Pacu
Suharyanto mengatakan pembangunan rest area ini akan segera dimulai kembali mengingat target penyelesaian bangunan dan bisa difungsikan adalah Januari 2021 mendatang. Suharyanto menyebut, sudah ada sejumlah investor yang melirik rest area ini sebagai lokasi usaha, di antaranya toko berjejaring dan penyedia jasa pemutaran film.
Sementara itu Direktur PT. Avicena Perkasa, Ali Muddin mengaku optimis bisa menyelesaikan target pembangunan Januari 2021 mendatang. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Proyek ini kan melibatkan ratusan pekerja, jadi ya kami harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satunya dengan pembagian sif kerja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.