Advertisement
Kecewa dengan Pengurus, Kader Senior PDIP Membelot ke Nasdem & Dukung Suharsono-Totok
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL- Mantan kader PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan diri bergabung dengan Partai Nasdem jelang Pilkada Bantul, 9 Desember mendatang. Selain bergabung dengan partai yang didirikan oleh Surya Paloh tersebut, mereka juga mendukung pasangan Suharsono-Totok Sudarto (Noto), melalui relawan gono gini.
Ketua Relawan Gono-Gini yang juga mantan Komandan Satgas DPC PDIP Bantul Gatot Kasani Suprobo mengatakan, dirinya bersama dengan sejumlah mantan kader partai berlambang banteng tersebut telah menyatakan sikap bergabung dengan Nasdem.
Advertisement
“Saya Gatot Kasani Suprobo menyatakan sikap dan tidak ada paksaan bergabung dengan Nasdem. Nantinya akan ada rekan-rekan lainnya di 17 Kecamatan yang akan bergabung juga,” kata Kasani saat peresmian posko gono gini Kecamatan Kasihan, di Ngentak, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Senin (17/8/2020) siang.
BACA JUGA: Ini Perbedaan Upacara HUT Ke-75 RI dengan Peringatan HUT RI Sebelumnya
Lebih lanjut Kasani mengakui keputusan untuk bergabung dengan Nasdem juga dilatarbelakangi oleh sikap pengurus DPC PDIP Bantul yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya dan kader lainnya. Sebagai kader senior, dirinya bersama dengan beberapa kader lainya merasa tidak dimanusiakan oleh PDIP. Sebaliknya, Kasani melihat jika pasangan Suharsono-Totok Sudarto lebih memanusiakan pihaknya.
“Saya sendiri adalah benteng poel, yang sudah dipakai dan sekarang dibuang,” tandas Kasani.
Sementara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY Subardi mengatakan, pihaknya menerima keinginan dari eks kader PDIP yang bergabung dengan partainya. Sebab, sejak awal partainya sangat terbuka terkait adanya kemungkinan bergabungnya eks anggota partai lainnya.
“Kami terima dengan lapang dada mengenai keinginan untuk bergabung dengan Nasdem. Sementara langkah awal kami adalah membackup dan dukung untuk logistik 17 kecamatan relawan gono gini. Agar fokus memenangkan Noto,” kata
Lebih lanjut Mbah Bardi-panggilan akrab Subardi mengungkapkan, keputusan untuk mengusung Noto bukan tanpa pertimbangan. Sebab, jauh-jauh hari, Nasdem DIY telah dua kali melakukan survei yang dibiayai oleh partai, dengan hasil dua kali sosok Suharsono selalu unggul.
“Untuk itu kami mantap dengan pasangan ini. Keputusan dari DPP sendiri untuk Noto sudah keluar sejak 3 Maret, dan tidak ada mahar,” terangnya.
Sekretaris DPC PDIP Bantul, Hanung Raharjo mengatakan sah-sah saja siapapun untuk mendukung pasangan calon bupati dan wakil Bupati Bantul karena itu hak pribadi seseorang untuk menentukan pilihan. Namun ia menegaskan jika Kasani Suprobo adalah anggota PDIP dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) partai semestinya mengikuti arah dan kebijakan partai.
"Ketika bicara PDIP secara struktural dan keanggotaan masih solid. ketika ada yang tak mendukung dipertanyakan keanggotaannya," kata Hanung.
Hanung memastikan semua kader PDIP dari struktural sampai simpatisan sampai saat ini solid dan mendukung keputusan partai dan siap mengawalnya. Sebagaimana diketahui, PDIP sudah merekomendasikan Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- 47 SMP dan 26 MTs di Bantul Siap Jalani TKA, Ini Skemanya
- Silaturahmi di Gunungkidul, Ini Pesan Penting Sultan HB X
Advertisement
Advertisement








