Dinsos DIY Kukuhkan Sukarelawan Penyuluh Sosial

perwakilan pensos dari 3 wilayah berfoto bersama kepala dinas sosial DIY/ist
18 Agustus 2020 20:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Sosial (Dinsos) DIY mengukuhkan 30 sukarelawan Penyuluh Sosial di DIY. Rinciannya 10 penyuluh sosial (Pensos) Bantul, 10 Pensos Sleman dan 10 Pensos Kulonprogo. Dengan pengukuhan ini total ada 70 penyuluh sosial (Pensos) di DIY karena sebelumnya sudah ada 40 orang Pensos.

Selain pengukuhan juga diadakan pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Penyuluh Sosial, Selasa (18/8/2020) di Taman Wisata Merapi Garden, Cangkringan, Sleman dari pukul 08.00 sampai 15.00.

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan bahwa Relawan Penyuluh Sosial merupakan kepanjangan tangan Dinas Sosial DIY yang langsung bersinggungan dengan masyarakat, Endang berharap dalam tugasnya Pensos juga diminta ikut berperan aktif dalam menyukseskan penyaluran bantuan pemerintah dalam bentuk bantuan sosial ( Bansos) yang sekarang sedang menjadi fokus Dinas Sosial DIY “Tidak dipungkiri data dan kondisi riil di lapangan akan sangat mempengaruhi keberhasilan dana penyaluran bantuan tersebut,” jelasnya.

Endang juga menyampaikan bahwa dalam menjalankan tugas di kondisi sekarang ini, di mana Covid 19 masih ada dan datanya terus bertambah. Dia berharap Pensos bisa menjaga diri dan lingkungan dan ikut andil dalam mencegah dan memperkecil penyebaran Covid 19 yang tidak tahu kapan akan berakhir. Ia juga menyampaikan selamat bertugas untuk relawan baru yang sudah dilantik, dan berharap agar bisa menjalankan perannya secara maksimal.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Agus Setyanto, mengatakan bahwa acara ini merupakan acara rutin untuk Relawan Penyuluh Sosial yang juga didanai dari Kementerian Sosial, dan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan relawan penyuluh sosial.

Di samping itu diharapkan bisa saling tukar pengalaman dan diskusi permasalahan diwilayah masing-masing.

Selain pengukuhan dan pelatihan, acara tersebut diisi juga dengan kegiatan outbond dan wisata Jeep. Kegiatan ini dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.(*)