Memetri Kaistimewan DIY Digelar di Bantul, Ada Aksi Donor Darah Loh!
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8/2020).-Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah berharap agar uang ganti kerugian pembangunan jalan tol dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Tujuannya agar pembangunan jalan tol berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan setelah pemasangan patok, pengukuran, penilaian harga dan pelepasan hak selesai, maka proses selanjutnya pembangunan jalan tol adalah pemberian ganti kerugian kepada warga terdampak. Dia berharap pembangunan jalan tol tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
BACA JUGA : Rp1,9 Triliun Duit Ganti Rugi Tol Jogja Solo Siap Dikucurkan
Sri berharap agar warga yang menerima ganti kerugian pembangunan tol Jogja-Solo terus diberi edukasi. Tujuannya agar dana yang diterima dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif. Warga yang rumahnya terdampak tol, bisa memanfaatkan uang ganti kerugian tersebut untuk membeli tanah dan membangun rumah baru.
"Jadi uang ganti yang diperoleh harus dimanfaatkan untuk hal yang produktif. Jangan digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Kalau ini dilakukan nanti tidak punya rumah," katanya usai pemasangan patok tol trase Jogja-Solo di Purwomartani, Kalasan, Rabu (19/8/2020).
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji meminta agar empat bank penyalur dana ganti kerugian mulai dari Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN memberikan edukasi kepada warga terdampak. Edukasi yang diberikan, katanya bukan sebagai bentuk mempersulit warga tetapi lebih pada upaya mengedukasi warga agar dana yang diterima bisa digunakan untuk kegiatan produktif.
BACA JUGA : Begini Mekanisme Ganti Rugi Tanah yang Terdampak Jalan
"Makanya saya berharap ada desk khusus di empat perbankan penyalur itu untuk memberikan edukasi kepada warga terdampak. Ini bukan mempersulit tetapi untuk membantu (mengelola keuangan) mereka," katanya.
Dia mengingatkan dana ganti kerugian tersebut digunakan untuk kegiatan yang produktif agar pembangunan tol benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.
"Kalau uang ganti kerugian hanya dibelanjakan untuk hal konsumtif, memang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tetapi warga terdampak justru merugi, tidak membawa dampak positif bagi warga terdampak," katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Wijayanto mengatakan proses pembangunan untuk seksi pertama lahan dari Kartosuro-Jogja diharapkan dimulai pada pertengahan 2021. Untuk pembebasan lahan sendiri disiapkan Rp1,9 triliun dari total anggaran Rp6,2 triliun (seksi dua dan seksi tiga).
BACA JUGA : Warga Terdampak Khawatir, Uang Ganti Rugi Proyek Tol
"Jika proses pengadaan tanahnya tidak mendapat hambatan selama September-Oktober, pada bulan November-Desember bisa dilakukan pembayaran kerugian," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.