Kisah Unik Perjalanan Pesawat Buatan Habibie ke Jogja, Tak Muat Lewati Pintu Tol dan Nyasar

Salah satu bagian utama pesawat N250 Prototype Aircraft 01 (PA01) Gatotkaca saat baru tibau di Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di Sleman, Jumat (21/8/2020). Pesawat produksi dari PT Dirgantara Indonesia tersebut merupakan pesawat pertama hasil dari Grand Strategy tahap 3 yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia ketiga, BJ Habibie. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
23 Agustus 2020 15:07 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Proses pengiriman pesawat Gatotkaca buatan Presiden Republik Indonesia ke-3 Profesor BJ. Habibie dari Bandung ke Jogja menyisakan beberapa kisah unik. Mulai dari badan pesawat yang tak muat melewati pintu tol, hingga pesawat yang salah jalur.

Dilansir dari Suara.com--jaringan Harianjogja.com, begini kisah unik perjalanan Pesawat N-250 itu ke Jogja.

Puluhan prajurit Tentara Negara Indonesia (TNI) bersama petugas PT Dirgantara Indonesia (DI) terlihat tengah bersiaga di salah satu sudut Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

Sambil memegangi seutas tali yang sudah terkait dengan sayap pesawat Gatotkaca, mereka bergeser mundur menarik tali tambang tersebut mengikuti instruksi salah seorang pimpinan yang berdiri tak jauh dari lokasi.

Baca Juga: Kakak Raja Jogja Wafat, Gamelan Kraton Tak Boleh Dibunyikan Selama 3 Hari

Dibantu dengan alat berat berupa crane, setahap demi setahap, sayap-sayap tersebut berhasil dirakit ulang ke badan pesawat.

Ya, pesawat asli karya bangsa Indonesia N-250 Gatotkaca Jumat subuh kemarin telah mendarat sempurna di Kota Pelajar tanpa kerusakan apapun.

Burung besi pertama buatan Indonesia hasil tangan ulet mantan Presiden RI ke-3, BJ Habibie itu baru saja menempuh perjalanan jauh dari Bandung menuju Jogja untuk dipensiunkan di Museum Pusat TNI AU.

Dibongkar di Landasan Udara Husein Sastranegara, Bandung pada 13 Agustus 2020, pesawat N-250 Gatotkaca kemudian baru dikirim ke Jogja melalui jalur darat pada Kamis (20/8/2020) malam.

"Pukul 01.00 wib kami berangkat dari Bandung menuju Yogyakarta. Hampir 27 jam perjalanan kami lalui, memang ada kendala dan semuanya dapat diselesaikan dengan bantuan aparat di jalan, pihak Jasa Marga, Polda di tiap daerah," ujar Kadispen Angakaran Udara (AU) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Ardiyanto ditemui di museum setempat, Sabtu.

Setelah dinyatakan pensiun dan siap dimuseumkan, ternyata perjalanan N-250 Gatotkoco menuju Jogja menyisakan berbagai kisah unik.

Sepanjang 567 kilometer sang Gatotkoco dikawal hingga ke Jogja, Fajar menyebut bahwa ada cerita lucu yang dia saksikan. Mulai dari guyonan pesawat yang salah jalur, pilot yang kesasar sampai hampir tersangkut di beberapa pintu tol.

"Ada beberapa pintu tol yang tidak bisa dilewati pesawatnya. Nah diatur bagaimana pesawat bisa lewat. Jadi cari jalur yang lebih lebar. Ada sempat yang hampir nyangkut di pintu tol Banyumanik dan Kalikangkung, tapi semua bisa diselesaikan," kata Fajar yang ikut mengawal perjalanan N-250.

Baca Juga: Penelitian: 98 Persen Pelepasan Nyamuk Wolbachia Tak Berisiko dan Kasus Demam Berdarah Berkurang

Ia juga meminta maaf jika ada beberapa pengendara yang terganggu. Kendati demikian ia menyebut bahwa pengendara malah ikut terhibur.

Bahkan sepengetahuannya banyak warga yang bercanda dan menyebut jika pesawat salah jalur. Tak hanya itu, sebagaian lelucon warga juga menganggap jika pilotnya salah mendarat.

Diletakkannya pesawat N-250 di Jogja merupakan instruksi langsung dariPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Dalam instruksinya ia juga berharap dengan dimuseumkannya pesawat buatan BJ Habibie tersebut bisa dijadikan pengetahuan dan monumen bahwa bangsa Indonesia pernah berjaya dalam bidang kedirgantaraan.

"Ini termasuk bukti bahwa Indonesia pernah berjaya di Dirgantara. Nantinya kami rakit selama lima hari dan kami rawat selama pesawat ini dimuseumkan," kata Fajar.

Pesawat yang memiliki mesin sebanyak dua buah dan dapat menampung 50 orang tersebut saat ini masih dalam proses perakitan. Nantinya seluruh komponen pesawat akan dipasang sesuai seperti bentuk aslinya.

Pesawat N-250 Gatotkaca terpaksa dimuseumkan lantaran berbagai alasan. Salah satunya karena krisis moneter yang terjadi pada 1998 hingga memaksa pemerintah tak memproduksi pesawat tersebut secara massal.

Padahal pesawat berwarna putih dengan corak biru serta gambar Gatotkaca tersebut merupakan salah satu pesawat penumpang canggih yang berhasil terbang selama hampir 55 menit pada 1995. Saat itu N-250 Gatotkaca diterbangkan bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-50.

Sementara itu, dengan beristirahatnya N-250 Gatotkaca di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, menambah koleksi pesawat di museum tersebut menjadi 60 unit.

Hingga kini koleksi di museum sendiri terjadi di luar dan di dalam hanggar. Sebanyak 39 unit berada di dalam hanggar. Sementara 21 unit pesawat berada di luar hanggar termasuk nantinya untuk penempatan N-250 Gatotkaca.

Sumber : suara.com