Jumlah Warga Miskin di Bantul Diprediksi Membengkak

Ilustrasi. - Ist/Freepik
25 Agustus 2020 19:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Badan Pusat Statistik (BPS) Bantul masih menghitung angka kemiskinan di Bantul dari hasil pendataan Maret lalu. Namun BPS meykini warga miskin di Bantul tahun ini naik lebih dari 1% karena adanya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Kepala BPS Bantul, Didik Koesbianto mengatakan angka kemiskinan hasil pendataan yang Maret yang sudah dirilis baru tingkat DIY dan ada kenaikan sekitar 1%. Sementara di Bantul masih belum dipublikasikan, namun ada potensi kenaikan. “Saya kira Bantul juga sama secara prosesntase naik mungkin sekitar satu persen atau lebih,” kata Didik, di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (25/8/2020)

Didik mengatakan potensi kenaikan kemiskinan di angka satu persen itu baru pendataan per Maret lalu yang penyebaran Covid-19 belum terlalu massif. Saat ini dampak Covid-19 cukup besar sehingga berpotensi menambah warga miskin. Indikasinya, kata dia, karena kegiatan masyarakat mulai berkurang dan lebih sering di rumah.

Selain itu juga banyak tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan di rumahkan. Berbagai bantuan dari pemerintah dan pihak swasta yang digulirkan, kata Didik, sifatnya sementara sehingga dampaknya kemungkinan tidak terlalu signifikan.

“Yang signifikan itu pekerjaan. Menghentikan pekerjaan orang itu pengaruh sekali. Presentase kemiskinan [bisa] meningkat,” ucap dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis juga tidak menampik angka kemiskinan di Bantul diprediksi naik. Namun ia belum bisa memastikan berapa prosesntase kenaikan warga miskin di Bantul, “Kami belum ada data, nanti nunggu dirilis dari BPS dulu,” kata Helmi.