Digitalisasi Pasar Diluncurkan di Kawasan PKL Denggung

Bupati Sleman Sri Purnomo saat menjajal transaksi non tunai di shalter Pedagang Kaki Lima (PKL) Denggung, Selasa (25/8/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
26 Agustus 2020 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman bekerja sama dengan Bank BPD DIY Cabang Sleman meluncurkan sistem digitalisasi pasar di shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) Denggung, Selasa (25/8/2020). Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo, digitalisasi di pasar rakyat ini diharapkan mampu mendorong laju perekonomian di Sleman. Pasalnya berdasarkan data Mei 2020 omzet pasar yang dikelola oleh Pemkab tersebut mengalami penurunan hingga 47% karena terdampak pandemi Covid-19.

"Transaksi secara digital di pasar rakyat akan dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Dengan peluncuran ini semoga akan mendukung kesiapan masyarakat dan para pedagang pasar untuk bertransaksi secara non tunai  melalui e-wallet yang dihubungkan dengan fasilitas QRIS," katanya.

BACA JUGA : Wajah Baru Pasar Tradisional sebagai Kawasan Digital

Dari 42 pasar yang dikelola Pemkab, kata dia, sebanyak 21 pasar menerapkan belanja secara online. Adapun pasar yang sudah menerapkan e-payment, e-retribusi dan belanja on line baru enam pasar. Saat ini, kata Sri, Pemkab sedang melakukan uji coba QRIS di tiga pasar, yakni Pasar Denggung, Pasar Gentan dan Pasar Prambanan.

"Ke depannya kita harapkan seluruh pasar yang dikelola oleh Pemkab menerapkan sistem transaksi dan pembayaran digital," kata Sri.

Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman Efendi Sutopo Yuwono menjelaskan transaksi non tunai yang diluncurkan tersebut menggunakan QRIS. QRIS sendiri, katanya, adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaski dapat dilakukan lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

Pembayaran dengan metode ini, menurutnya memiliki sejumlah keuntungan. Di antaranya meningkatkan dan memperluas penjualan karena alternatif pembayaran selain tunai, tidak perlu menyediakan uang tunai untuk kembalian, uang hasil penjualan langsung tersimpan di bank.

BACA JUGA : Subardi Gencarkan Digitalisasi Koperasi dan UKM di DIY

"Tidak kalah pentingnya, penurunan resiko rugi karena uang hilang dan uang palsu tidak akan terjadi karena setiap transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat historinya," ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan 24 pasar yang melayani kebutuhan konsumen secara online di antaranya adalah Pasar Gamping, Sambilegi, Sleman, Prambanan, Denggung, Gentan, Condongcatur, Pakem, Kejambon, Cebongan, Ngijon, Gendol, dan Pasar Kebonagung.

"Pelayanan secara online ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang ingin tetap tinggal di rumah selama masa pandemi dan untuk mengurangi kepadatan pengunjung yang datang ke pasar," katanya.