Prabowo Beri Perhatian kepada Keluarga Prajurit TNI yang Gugur Padamkan Karhutla
Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI AD dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Seruyan.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Musim kemarau membuat dua telaga di Suaka Margasatwa Paliyan, Gunungkidul kering. Akibatnya, cadangan air untuk hewan-hewan, terutama monyet ekor panjang, di Suaka Margasatwa ini telah habis. Dikhawatirkan, monyet ekor panjang tersebut akan merangsek ke permukiman warga.
Penanggung jawab proyek kerja sama Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gunawan Setiaji mengatakan, kemarau yang telah terjadi beberapa bulan ini berpengaruh terhadap kelangsungan hidup monyet ekor panjang di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan.
Cadangan air berupa dua telaga yang berada di kawasan seluas 460 hektare ini telah mengering mengakibatkan monyet ekor panjang kesulitan mendapatkan air minum.
Oleh karenanya, pihaknya sengaja memberikan air minum kepada monyet ekor panjang yang banyak dijumpai di Suaka Margasatwa tersebut. Pihak pengelola secara rutin menyediakan air di ember-ember yang ditempatkan di beberapa titik.
"Kami letakkan di tempat-tempat tertentu untuk kawanan monyet yang sewaktu-waktu datang untuk minum," kata Gunawan, Jumat (28/8/2020), di sela memberikan minuman kepada monyet ekor panjang.
Menurut Gunawan, di Suaka Margasatwa Paliyan ada lima koloni populasi monyet ekor panjang. Dari lima koloni monyet itu, ada 500-an ekor. Namun, habitatnya masih banyak yang tersebar di sekitar SM Paliyan.
Jika tidak diberi air minum, maka kelangsungan hidup sekitar lima koloni monyet ini terancam.
Untuk menjaga keseimbangan ekosistem Suaka Margasatwa Paliyan, termasuk kelangsungan hidup monyet, BKSDA dan MSIG sebelumnya juga sudah menanam ribuan pohon buah. Hal tersebut dilakukan agar kawanan monyet tidak menyerang lahan pertanian warga.
"Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan ini berdekatan dengan lahan pertanian dan permukiman warga," imbuh Gunawan.
Oleh karena itu, pihaknya juga meminta petani penggarap lahan agar memiliki kesadaran bersedia berbagi sumber bahan pangan, di antaranya buah-buahan yang sengaja ditanam bagi koloni kera. Masyarakat petani diperbolehkan memetik aneka buah, hanya saja tidak berlebihan.
Gunawan menambahkan, sebelumnya pihaknya juga melakukan penanaman sekitar 15 jenis pohon buah, yang merupakan program rehabilitasi kerjasama antara BKSDA dan MSIG. Jenis buahnya antara lain jambu monyet, nangka, pisang, dan lain-lain.
"Tujuannya tak lain untuk memberi daya dukung hidup bagi berbagai satwa. Keberhasilannya tak lepas dari dukungan masyarakat petani di sekitar SM," paparnya.
Sebenarnya kesadaran petani sudah ada untuk tidak berlebihan memanen tanaman buah, hanya saja masih ada oknum petani yang kesadarannya masih perlu dipupuk. Pembatasan panenan tersebut bertujuan agar kawanan monyet tidak masuk ke permukiman warga dan lahan pertanian.
"Populasi monyet ekor panjang dari tahun ke tahun tergolong stabil, belum pernah terjadi lonjakan populasi yang signifikan," kata Gunawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI AD dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Seruyan.
Profil Tito Karnavian, mulai dari pendidikan, perjalanan karier di Polri, prestasi sebagai Kapolri, hingga kontroversi sebelum menjadi Mendagri.
Polda DIY menyita 6.182 botol miras ilegal dan membongkar empat industri rumahan miras oplosan di Bantul.
CPNS 2026 direncanakan dibuka November. Simak informasi jadwal pendaftaran, perkiraan 160.000 formasi, dan syarat umum seleksi.
Potensi EBT Indonesia mencapai 3.688 GW, tetapi pemanfaatannya masih di bawah 0,5%. DEN mengungkap kendala investasi dan teknologi.
Baliho Matahari di pintu masuk Jogja City Mall terbakar Sabtu dini hari. Kebakaran diduga dipicu percikan api alat las.