Soto Lamongan Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19 di Kota Jogja, 10 Karyawan & Keluarga Terinfeksi Corona

Warung Soto Lamongan depan XT Square tutup setelah satu penjual dinyatakan positif Covid-19. - Harian Jogja - Catur Dwi Janati
30 Agustus 2020 06:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Hasil tracing pasien positif Covid-19 Kios Soto Lamongan ditemukan sebanyak 10 kasus baru pada Sabtu (29/8/2020). Mereka adalah keluarga dan karyawan dari Soto Lamongan yang berada di Jalan Veteran, Umbulharjo, Kota Jogja. Penularan lewat warung Soto Lamongan ini menjadi klaster baru di Covid-19 di Kota Jogja.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menjelaskan dari hasil tracing kasus positif penjual Soto Lamongan ditemukan 10 kasus positif Covid-19. Menurutnya kasus Soto Lamongan telah menjadi klaster baru di Kota Jogja.

BACA JUGA : Bakul Warung Soto Depan XT Square Jogja Positif Covid-19 

“Pada hari ini, hasil tracing terhadap kasus Lamongan akhirnya ditemukan, 10 kasus positif. Mereka adalah keluarga dan karyawan Soto Lamongan. Oleh karena itu, Soto Lamongan sidah menjadi klaster baru di Kota Jogja,” ungkapnya Sabtu (29/8/2020) malam.

Sebelumnya Warung soto Lamongan yang berada di Jalan Veteran di depan XT Square, Kota Jogja, terpaksa ditutup sementara karena pedagang terinfeksi virus Corona pada Rabu (26/8/2020) lalu.

Heroe yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja ini meminta kepada seluruh masyarakat terutama saat Bulan Agustus yang membeli Soto Lamongan untuk segera memeriksakan diri ke layanan Kesehatan.

“Sehingga para pembeli soto Lamongan pada bulan Agustus untuk segera periksa di layanan kesehatan terdekat, agar blocking kasus bisa dilakukan dan tidak menyebar kemana-mana,” katanya.

BACA JUGA : Riwayat 8 Pasien Baru Covid-19 di DIY: Menerima Tamu, Tes

Masyarakat yang membeli soto di warung tersebut diminta segera menceritakan kasusnya ke fasilitas layanan Kesehatan terdekat untuk memastikan  harus isolasi mandiri atau tidaknya.

“Harus melakukan isolasi mandiri. Selalu pakai masker, tetap berada di rumah, dan tidak keluar dari rumah, serta membatasi sentuhan barang-barang. Dilakukan selama 14 hari. Untuk memastikan apakah isolasi mandiri atau tidak, segera datang ke layanan kesehatan terdekat dan ceritakan kasusnya,” ucapnya.