Polisi Dalami Fakta Rumah Api Seyegan, Penyelidikan Masih Berjalan
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Menkopolhukam, Mahfud MD membagikan masker di Malioboro pada Minggu (30/8/2020)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD melakukan kunjungan kerja di Jogja. Dalam kunjungannya tersebut Mahfud sempat menyambangi Malioboro untuk membagikan masker.
Dua poin menjadi sorotan Mahfud saat pandemi, pertama melawan Covid-19 dan kedua menormalkan kehidupan ekonomi. Perang melawan Covid-19 dengan berbagai cara, menurut Mahfud dapat dilakukan dengan beragam antara lain dengan memakai masker. Menurutnya, penggunaan masker untuk menyelamatkan orang lain dan menyelamatkan diri sendiri dari penularan.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DIY Melonjak 47, Kebanyakan dari Kota Jogja & Bantul
"Oleh sebab itu presiden berpesan kepada seluruh rakyat indonesia untuk disiplin memakai masker, untuk apa, untuk menjaga diri sendiri dari penularan orang lain dan untuk menjaga orang lain dari penularan dari diri kita sendiri dari diantara diri kita ada yang membawa atau carrier," terang Mahfud pada Minggu (30/8/2020).
Setelah berjalan-jalan di pedestrian Malioboro dan sempat mampir ke sentra kuliner depan Pasar Beringharjo, Mahfud menyerahkan masker secara simbolis kepada Kepala Disperindag Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono.
"Saya membawa ke sini 15.000 masker, saya nanti mau ke pesantren, tadi malam dengan seniman, sekarang di pasar, termasuk saya ke Papua juga minggu depan, akan melakukan kampanye yang sama," ungkapnya.
Disebutkan Mahfud masker yang diberikan merupakan masker anti bakteri yang bisa bertahan sampai 20 kali pencucian.
Saat ditanya menyangkut penerapan protokol kesehatan masyarakat Jogja, Mahfud mengakui bahwa penerapan protokol di Jogja terbilang bagus.
"Bagus-bagus, Jogja bagus, dalam berita berita yang saya baca. Jogja ini ramai, Malioboro sudah normal. Tapi saya belum tahu situasi jaga kesehatannya, tetapi saya melihat tadi pagi dapat mengatakan lebih dari 90 persen orang membawa masker," ujarnya.
Mahfud menambahkan pujiannya bahwa lebih dari 80 persen diantara masyarakat Jogja sudah memakai masker dengan benar. "Yang sedang tidak dipakai itu biasanya sedang makan dan sedang menawar barang," jelasnya.
"Sehingga saya berharap Jogja ini menjadi contoh daerah daerah lain untuk memajukan ekonomi dan perang melawan Covid-19," tambah Mahfud. Dikatakan mahfud, dan bahwa kehidupan sekarang, selain melawan pandemi yang harus dilakukan dan menormalkan kehidupan, karena kita menginginkan kehidupan normal. "Menormalkan kehidupan masyarakat terutama di bidang ekonomi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
8 fakta dramatis Brasil vs Norwegia: gol dianulir, penalti gagal, Haaland 2 gol, dan Brasil tersingkir di 16 besar sejak 1990. Norwegia ke perempat final!
Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik non-Tesla terlaris di Amerika Serikat pada semester pertama 2026 dengan penjualan mencapai 20.730 unit.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini Senin 6 Juli 2026 terpantau stabil. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.
Atlético Madrid rekrut kiper sensasi Piala Dunia 2026, Vozinha, dengan nilai transfer Rp211 miliar. Kiper Tanjung Verde ini dikontrak hingga 2029.
Lewis Hamilton lolos dari penalti berat di GP Inggris 2026! Stewards hanya beri teguran untuk insiden bendera kuning. Podium ketiga tetap aman.