Sri Muslimatun-Amin Purnama Siap Hadapi Dua Pesaingnya di Pilkada Sleman

Ketua DPW Nasdem DIY Subardi, Ketua DPC Nasdem Sleman Surana, menyerahkan SK pencalonan sebagai Cabup-Cawabup Sleman Sri Muslimatun dan Amin Purnama pada Pilkada Sleman, Minggu (30/8/2020)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
30 Agustus 2020 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pilkada Sleman pada 9 Desember mendatang akan diikuti tiga pasangan calon (Paslon) setelah Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun akhirnya mendapatkan kendaraan politiknya untuk maju.

Berpasangan dengan pengacara gaek, Amin Purnama, Muslimatun diusung tiga partai koalisi Nasdem, Golkar dan PKS. Pasangan SM-AP ini siap berkompetisi dengan kedua pesaingnya yang lebih dulu muncul, yakni Kustini-Danang Maharsa dan Danang Wicaksana-Agus Choliq.

Ketua DPC Nasdem Sleman Surana mengatakan Nasdem bersama Golkar dan PKS sudah memiliki komitmen untuk memenangkan Paslon yang sengaja diusung di menit-menit terakhir. Paslon Sri Muslimatun-Amin Purnama ini siap maju untuk menghadapi kedua pesaingnya.

"Kami akan bersinergi bekerjasama agar memenangi Pilkada Sleman. Kami membutuhkan semangat bersama kerjasama bersama antar kader, sayap partai baik di Nasdem, PKS maupun Golkar. Ini momentum menyamakan persepsi menjadi pemenang Pilkada 2020," katanya saat menyerahkan SK DPP Nasdem terkait dukungan kepada SM-AP, Minggu (30/8/2020).

Ketua DPW Nasdem DIY Subardi alias Mbah Bardi mengatakan dukungan kepada Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Sleman tersebut sudah keluar sejak Februari lalu. Nama Muslimatun muncul setelah melewati beberapa kali survei. "Namanya muncul paling atas. Tapi karena butuh tambahan dukungan dari partai-partai lain, kami sengaja tidak publikasikan sampai ada dukungan konkret," katanya.

Dari tiga Panslon di tiga Pilkada serentak baik di Sleman, Gunungkidul maupun Bantul, kata Bardi, Paslon yang diusung Nasdem bukan semata-mata incumbent. Tetapi berdasarkan survei elektabilitas, popularitas dan eksebtabilitas serta pilihan masyarakat. Nasdem, katanya, hanya mengusung Paslon yang diinginkan masyarakat.

"Dari tiga Pilkada tersebut tidak ada yang paling berat. Semuanya sama. Nanti kami serahkan kepada masyarakat untuk dipilih karena ini kehendak rakyat. Apalagi tidak ada mahar politik di Nasdem," kata Bardi.

Adapun Muslimatun mengaku lega dengan amanah partai pengusung yang diberikan kepadanya. Ia akan segera berkoordinasi dengan semua pihak untuk memenangi Pilkada Sleman. Menurutnya, dinamisasi partai pada Pilkada kali ini sangat luar biasa.

"Semua pesaing berat, namun seberat apapun bisa dilewati jika semua partai, semua kader, bekerja bersama-sama menghadapinya sekuat tenaga," kata Muslimatun.

Menurut Muslimatun, saat ini bukan waktunya memainkan isu gender pada Pilkada mendatang. Menurutnya, perempuan juga bisa menjadi pemimpin. Sebab yang dilihat adalah kapasitasnya. "Kan ada rekam jejaknya. Apa yang sudah saya lakukan. Jadi perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki untuk menjadi pemimpin dengan cara yang benar," katanya.

Sementara Amin Purnama mengatakan jika sebagai mantan politisi PAN dan advokat di Sleman ia sudah merasakan perpolitikan di Sleman. Ia siap mendampingi Muslimatun untuk meraih kemenangan. "Saya juga kader Muhammadiyah. Jadi nanti akan saling melengkapi kelebihan dan kekurangan dengan bu Muslimatun," kata pria yang juga akan menjadi fungsionaris Partai Golkar ini. (Abdul Hamid Razak)