Sewindu Keistimewaan DIY: Apdesi Berharap Desa Bisa Kelola Danais

Keistimewaan DIY. - Harian Jogja
31 Agustus 2020 11:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul berharap pengelolaan dana keistimewaan (danais) sampai tingkat desa segera terealisasi.  Sebab payung hukumnya juga sudah jelas ada, mulai dari Peraturan Gubernur hingga Peraturan Daerah (Perda) tingkat kabupaten.

Sekretaris Apdesi Bantul,  Marhadi Badrun mengatakan sampai saat ini belum ada desa di Bantul yang mengelola danais.  Padahal perda perubahan nomenklatur dari desa menjadi kelurahan sudah jadi.  Pihaknya juga belum menerima sosialisasi detail soal pengelolaan danais tingkat desa.

BACA JUGA : SEWINDU KEISTIMEWAAN: Ratusan Miliar Danais di 

"Dulu ada imbauan agar desa segera bisa mengakses danais tapi sampai sekarang belum terealisasi," kata Badrun, Sabtu (29/8/2020).

Ia tidak mengetahui alasan belum terealisasinya pengelolaan danais tingkat desa di Bantul. Namun pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Seloharjo, Pundong ini mengatakan jika desa dapat mengelola danais bakal banyak dampaknya.  Bukan hanya kesenian tapi juga untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan, 

"Harapannya akses desa ke danais segera terealisasi," kata dia.

Kendati demikian pihaknya juga minta ada bimbingan dalam pengelolaan danais oleh pemdes.  Sebab diakuinya masih banyak pemdes yang belum memahami pengelolaan sampai pada laporan pemanfaatan danais tingkat desa. 

BACA JUGA : SEWINDU UUK: Warga Jogja Perlu Tahu, Ini 6 Fakta terkait 

Badrun mengatakan sejauh ini akses danais masih dilakukan kelompok masyarakat dengan pengajuan proposal ke Pemkab melalui dinas terkait.  Ia mencontohkan kelompok kesenian di desanya sudah mengajukan pengadaan gamelan berikut seragamnya sejak tahun lalu,  namun belum terealisasi.  Yang sudah terealisasi baru pembangunan joglo dan gamela di kantor desa.