Advertisement
Batas Waktu Pelaporan Diundur, Sudah 80 Persen Siswa SMP Diajukan Bantuan Kuota Internet
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Adanya pengunduran batas waktu pelaporan data siswa yang akan menerima kuota internet hingga 11 September, membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul sedikit tenang.
Sebab, ancaman data siswa yang akan menerima kuota internet tidak terinput di aplikasi dapodik mampu teratasi.
Advertisement
“Kemarin, ada surat susulan dan revisi untuk batas akhir tanggal pelaporan. Jika sebelumnya 31 Agustus, dalam surat terbaru sampai 11 September,” kata Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko, Senin (31/8/2020).
BACA JUGA : Pemberian Bantuan Kuota Internet bagi Siswa di Bantul
Dengan adanya pemunduran batas waktu pelaporan tersebut, lanjut dia, membuat proses validasi nomor handphone penerima bantuan kuota internet bisa dimaksimalkan. Sebab, tidak semua siswa memiliki handphone sendiri.
“Untuk yang tingkat SMP, sejauh ini 80 persen sudah dilaporkan. Sekarang tinggal untuk yang kelas atas tingkat SD, sebab, banyak yang menggunakan handphone orang tua ataupun walinya,” papar Isdarmoko.
Lebih lanjut Isdarmoko mengungkapkan, kendala yang dihadapi jawatannya untuk data siswa penerima kuota internet ini sangat berbeda daripada dengan data guru penerima bantuan kuota. Di mana saat ini, jawatannya telah memiliki data yakni ada sebanyak 15.000 guru yang nantinya akan menerima bantuan kuota.
“Kalau untuk guru penerima sekitar 15.000 an. Data ini tidak ada kendala,” kata Isdarmoko.
Disinggung mengenai bantuan kucuran dana Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Isdarmoko mengaku sejauh ini belum bisa mengungkapkan jumlah penerimanya.
BACA JUGA : Pemda DIY Akan Bantu Siswa SMA/SMK Beli Kuota Internet
Sebab, pengucuran bantuan senilai Rp450.000 untuk tingkat SD, SLTP Rp750.000, dan SLTA sebesar Rp1 juta per orang itu tidak melibatkan jawatannya.
“Itu langsung dari sekolah yang mengajukan. Untuk tahun 2020, ada 30.358 siswa SD dan 11.980 siswa SMP yang diajukan langsung lewat operator sekolah masing,” ungkapnya.
Sementara berdasarkan laman pip.kemendikbud.go.id, disebutkan jika ada kuota Rp38,2 miliar bantuan PIP yang disalurkan untuk 74.274 pelajar di Bantul.
Dari jumlah tersebut, Rp16,82 miliar dibagikan kepada 41.501 siswa SD, Rp10,14 miliar untuk 17.376 siswa SMP, Rp3,6 miliar untuk 4.624 siswa SMA, Rp7,58 miliar untuk 10.773 siswa SMK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Jeddah: Jemaah Umrah Korban Bus Terbakar Pulang 31 Maret
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
Advertisement
Advertisement







