UPN Veteran Yogyakarta Siapkan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar

Guru Besar Teknik Geologi UPNVY, Prof. Danisworo, seusai memaparkan konsep Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, yang bakal diterapkan di kampus ini, Senin (31/8/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
31 Agustus 2020 21:12 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) siap menerapkan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Kampus kejuangan ini juga menekankan pembelajaran yang mengedepankan bela negara.

Guru Besar UPNVY, Prof. Danisworo, menerangkan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar merupakan penerapan Permendikbud No.3/2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Melalui konsep ini, perguruan tinggi wajib memfasilitasi belajar merdeka. "Kampus harus menyediakan 40 SKS untuk belajar di luar prodi, di luar perguruan tinggi dalam waktu maksimal dua semester," kata Danisworo, Senin (31/8/2020).

Belajar di lintas prodi dan lintas perguruan tinggi ini sejatinya tidak diwajibkan bagi seluruh mahasiswa, tetapi program pilihan. "Tetapi kampus harus memfasilitasi," imbuhnyakatanya.

Menurutnya, kampus harus memfasilitasi konsep Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, bekerja sama dengan sejumlah mitra dan kampus lain. Fakultas juga harus menyiapkan mata kuliah apa saja yang bisa dibagikan dengan mitra lain. Melalui kerja sama ini, pengaplikasian Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, bisa lebih optimal. Sebab, bisa diatur misalnya sesama prodi dengan akreditasi yang sama. Hal itu untuk menghindarkan kendala dalam penerapan SKS.

Terkait konsep Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, UPNVY menekankan pada jati diri bela negara yang sejak awal dianut oleh Kampus Kejuangan ini. "Sesuai Perpres No.121/2014, UPNVY mempunyai jati diri bela negara," katanya.

Saat ini kampus masih menyusun perencanaan untuk mengedepankan bela negara dalam Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Sebab, semangat bela negara dan Widya Mwat Yasa yang selama ini dianut UPNVY diharapkan bisa disebarluaskan. Widya Mwat Yasa berarti menuntut ilmu guna diabdikan untuk pembangunan bangsa dan negara.

Untuk penerapan, Danisworo berharap merdeka belajar benar-benar bisa memberikan semangat belajar bagi mahasiswa untuk bisa mempelajari ilmu lintas minat. Bahkan, bagi mahasiswa klaster Soshum bisa memilih klaster Saintek dalam Merdeka Belajar, begitu juga sebaliknya.

Sebagai dosen Teknik Geologi, Danisworo menyatakan Asosiasi Prodi Teknik Geologi mempersiapkan perencanaan untuk menyusun mata kuliah tertentu untuk dibagikan dengan mahasiswa dari prodi maupun kampus lain. Ia berharap prodi lain juga mulai mempersiapkannya.