Di Jogja, Sudah Ada Tujuh Kasus Penyebaran Covid-19 di Lingkup Keluarga

Ilustrasi - Pixabay
02 September 2020 19:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kasus Covid-19 di sebuah toko kelontong di Lempuyangan, Kota Jogja, menambah rentetan penyebaran virus Corona lingkungan keluarga. 

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menyebut setidaknya ada tujuh kasus penyebaran Covid-19 dalam keluarga. Sebelum kasus toko kelontong, penyebaran virus Corona dalam lingkup keluarga adalah kemunculan Klaster Soto Lamongan. Pada Rabu (2/9/2020), pasien positif Covid-19 dari klaster ini bertambah dua orang. Praktis, sudah 13 orang dari klaster Soto Lamongan yang dinyatakan positif terinfeksi Corona. Semua tinggal dalam satu rumah. 

"Yang paling rentan memang keluarga, karena tingkat penerapan protokol Covid-19 rendah," ujar Heroe. 

Ahli epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan penerapan protokol kesehatan dalam rumah tangga terbilang sulit karena hidup tiap orang selalu bersama dan kontak sangat erat. "Saya kira, jika ada anggota keluarga terinfeksi, anggota keluarga tersebut harus dengan sadar diri mengisolasi dirinya," ucapnya.

Isolasi dilakukan dengan kamar terpisah, termasuk memisahkan alat makan dan pakaian. "Jangan sampai ada keluarga yang masuk kamar tersebut selama masa karantina," ucapnya. 

Penyebaran Covid-19 di Kota Jogja meningkat dari hari ke hari. Setelah muncul klaster Soto Lamongan, kini satu toko kelontong di Lempuyangan terpaksa tutup karena terjadi infeksi virus Corona.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan tes swab atau uji usap dilakukan kepada pedagang kelontong pada 25 Agustus 2020. Sehari berselang pedagang tersebut dinyatakan meninggal dunia. Lantas pada 29 Agustus 2020, hasil swab keluar dan pedagang yang sudah almarhum itu dinyatakan positif Covid-19. "Sebelumnya rapid rest dan rawat inap, karena gejala demam, batuk, dan sesak napas serta keringat dingin," ujarnya. Heroe mengatakan kasus Lempuyangan ini bermula dari pengemudi mobil antar kota. 

Pada 30 Agustus 2020, anggota keluarga pedagang yang sudah meninggal dunia menjalani uji swab dan hasilnya keluar pada 1 September 2020. Dari empat orang yang diperiksa, dua orang dinyatakan positif, satu orang negatif, dan satu orang lainnya belum keluar hasilnya. "Keluarga diketahui positif kemarin sore," katanya. 

"Saat ini kami lakukan penelusuran, terutama terkait riwayat interaksi dan mobilitasnya."  

Pemkot Jogja telah menutup toko kelontong tersebut. Selain, warga yang sempat membeli di toko tersebut diminta melakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil proses tracing.