Suharsono Vs Abdul Halim Muslih, Ini Prediksi Pemenang Pilkada Bantul 2020

Ilustrasi - Freepik
02 September 2020 17:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pilkada Bantul 2020 kemungkinan besar bakal diikuti dua pasangan, yakni Suharsono-Totok Sudarto (Noto) dan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo (Halim-Joko). Jika mengacu pada hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, pasangan Halim-Joko bisa menang telak. Sebab, koalisi partai pendukung lebih banyak punya suara.

Pasangan Halim-Joko didukung oleh PKB, PDI P, PAN, PBB, dan Demokrat. Kelima partai ini punya 25 kursi di DPRD Bantul. Halim-Joko juga didukung dua partai lainnya, yakni PSI dan Partai Gelora. Kedua partai ini belum memiliki wakil di DPRD Bantul, kekuatan dari kedua partai ini patut diperhitungkan.

Di sisi lain, Noto yang didukung oleh Partai Golkar, PKS, PPP, Nasdem, dan Gerindra hanya memiliki 20 kursi di DPRD Bantul.

Jika dilihat dari total perolehan suara koalisi parpol pengusung per dapil, Halim-Joko juga unggul dibandingkan Noto. Koalisi partai pendukung Halim-Joko di Dapil I (Bantul dan Sewon) mampu meraup 53.036 suara, sedangkan koalisi pendukung Noto hanya mampu meraih 43.310 suara.

Begitu juga dengan Dapil II (Banguntapan dan Piyungan), koalisi partai pendukung Halim-Joko mampu meraup 59.788 suara, sedangkan koalisi partai Noto hanya mampu meraih 34.440 suara. Keunggulan juga ditunjukkan koalisi partai pendukung Halim-Joko di Dapil III (Dlingo, Imogiri, Pleret). Mereka mampu meraih 65.249 suara, lebih tinggi dari partai pendukung Noto yang hanya mampu meraih 28.450 suara.

Keunggulan koalisi partai pendukung Halim-Joko juga diperlihatkan di Dapil IV (Bambanglipuro, Jetis, Kretek dan Pundong) dengan meraih 51.230 suara. Unggul jauh dibandingkan koalisi partai pendukung Noto yang hanya mampu meraih 40.546 suara. Di Dapil V (Sanden, Pandak, Pajangan dan Srandakan), Halim-Joko mampu meraih 53.680 suara, jauh di atas partai pendukung Noto yang hanya mampu mengumpulkan 40.110 suara.

Begitu juga dengan Dapil VI (Kasihan dan Sedayu), partai pendukung Halim-Joko unggul setelah mengumpulkan 43.452 suara. Jauh di atas koalisi partai pendukung Noto yang hanya mampu meraih 32.784 suara.

Kendati demikian, tapi Noto masih punya peluang untuk meraih kemenangan. Noto bisa saja membalikkan keadaan dan memenangkan pilkada kali ini. Sebab, Suharsono punya pengalaman yang cukup baik di Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2015 lalu.  

Berpasangan dengan Halim, yang kini menjadi lawannya di Pilkada 2020, Suharsono menjadi kuda hitam dan sukses menjungkalkan pasangan petahana Sri Surya Widati-Misbakhul Munir (Ida-Munir). Suharsono-Halim meraih suara terbanyak yaitu 261.412 atau 52,8%, lebih tinggi dari pasangan Ida-Munir sebesar 233.677 atau 47,2%.

PERBANDINGAN KEKUATAN PARPOL PENDUKUNG NOTO & HALIM JOKO

Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo

-PKB 6 kursi

-PDIP 11 kursi

-PAN 5 kursi

-PBB 1 kursi

-Demokrat 2 kursi

-PSI

-Partai Gelora

Total Kursi di DPRD Bantul 25 kursi

Suharsono-Totok Sudarto

Partai Pendukung

-Golkar 5 kursi

-PKS 4 kursi

-PPP 2 kursi

-Nasdem 1 kursi

-Gerindra 8 kursi

Total Kursi di DPRD Bantul 20 kursi