Resmi Dukung Suharsono-Totok, Gerindra Targetkan Menang 60 Persen

Bakal Calon Bupati Bantul Suharsono (Dua dari kiri) dan Totok Sudarto (kiri) saat menerima SK dukungan DPP Gerindra yang diserahkan oleh Sekretaris DPD Gerindra DIY Dharma Setiawan (ketiga dari kanan) di Kusuma Home Stay, Sewon, Bantul, Rabu (2/9/2020) malam. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
03 September 2020 11:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dukungan untuk pasangan Suharsono-Totok Sudarto (Noto)  sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul dalam Pilkada 9 Desember mendatang.  Partai besutan Prabowo Subianto ini juga menargetkan kemenangan Noto sebesar 60% dari rivalnya Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DIY, Dharma Setiawan mengatakan target kemenangan 60% di Bantul cukup realistis karena bakal calon sama-sama petahana. "Target kemenangan kami 60-40%. Realistis kalau di Bantul," kata Dharma saat memberikan SK DPP kepada Suharsono-Totok Sudarto di Pendopo Kusuma Home Stay, Sewon, Bantul,  Rabu (2/9/2020) malam.

Menurut Dharma target tersebut merupakan target minimal.  Namun dengan melihat soliditas kader Gerindra dan partai koalisi kemenangan bisa lebih dari 60%. Ia menyebut yang berat justeru Pilkada yang diusung koalisi Gerindra di Sleman dan Gunungkidul.  Akan tetapi pihaknya optimistis  menang.

Kendati demikian mantan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY ini meminta semua kader Gerindra dan partai koalisi pengusung dan pendukung Noto untuk tidak lengah meski elektabilitas Suharsono masih tinggi di Bantul,  "Yang penting tidak boleh lengah karena keduanya [Suharsoni vs Halim] sama-sama petahana," ucap Dharma.

Lebih lanjut Dharma mengatakan bahwa SK dukungan Gerindra untuk bakal calon di Bantul diberikan dua hari menjelang pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena SK bukan ditentukan tingkat kabuaten dan kota bahkan provinsi,  melainkan DPP. 

Ia berujar sebenarnya dukungan untuk Suharsono sudah lama diberikan untuk kembali maju dalam Pilkada serentak 2020. Namun dukungan itu baru rekomendasi pertama yang belum  menyebutkan bakal calon wakil dan partai koalisi.  Maka rekomendasi pertama itu diakuinya berbunyi memerintahkan kepada Suharsono untuk mencari wakil dan membangun koalisi.

Pada Agustus lalu Suhasono telah melaporkan calon wakilnya beserta partai koalisi dengan jumlah total 20 kursi di DPRD kepada DPP. Dengan demikian DPP langsung memberikan rekomendasi kedua berupa SK untuk pasangan Suharsono dan Totok Sudarto.  Demikian juga yang terjadi di Sleman dan Gunungkidul serta daerah lainnya.

Bahkan ia menyebut ada calon gubernur di salah satu daerah luar Jawa yang sudah mendapat rekomendasi pertama,  "Tapi karena tidak berhasil mencari wakil yang bagus dan membangun koalisi akhirnya rekomendasi dicabut kembali," kata Dharma.

Sementara itu kolisi partai pengusung Suharsono-Totok selain Gerindra dengan jumlah delapan kursi,  ada Golkar lima kursi, PKS empat kursi,  PPP dua kursi dan Nasdem satu kursi. Totalnya 20 kursi.  Untuk Sleman,  Dharma memastikan mengusung Danang Wicaksana dan Agus Cholik ang berkialisi dengan PKB dan PPP.  Untuk Gunungkidul Gerindra mengusung Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widanto yang berkoalisi dengan PAN,  PKS,  dan Demokrat.

Dharma mengatakan bakal calon di tiga kabupaten sudah solid,  "Kalau sekarang kami hanya punya satu bupati [di Bantul], insyaallah setelah 9 dlDesember kami punya tiga bupati, " kata Dharma.

Ketua DPC Gerindra Bantul sekaligus bakal calon bupati Suharsono mengklaim tidak ingin menjanjikan kepada masyarakat dan tidak ingin koar-koar.  Namun ia akan menunjukkan bukti-bukti keberhasilan pembangunan di Bantul selama lima tahun terakhir. Pihaknya mengajak masyarakat membangun Bantul bersama-sama.

"Yang penting jadi dulu.  Kalau sudah jadi kami pikirkan sama sama, ayo kerjasama untuk bangun bantul ke arah lebih baik," kata Suharsono.