Buntut Mahasiswa Terinfeksi Corona, Satu Fakultas di UPNVY Ditutup Sementara

Ilustrasi mahasiswa - Pixabay
04 September 2020 19:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Buntut adanya seorang mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) jenjang Pascasarjana yang dikonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (1/9/2020) lalu menyebabkan salah satu fakultas kampus negeri tersebut terpaksa ditutup untuk sementara waktu.

Kasubbag Humas dan Kerjasama UPNVY, Markus Kusnardijanto menuturkan belum mengetahui sumber penularan virus yang menimpa mahasiswa tersebut. Pasalnya, ia diketahui tidak bepergian ke luar kota dalam waktu dekat.

"Belum tahu kena virus di mana. Yang bersangkutan terakhir ke Jakarta bulan Juli," kata Markus ketika dihubungi wartawan pada Jumat (4/9/2020).

Lantaran sempat mengikuti ujian tesis secara luring di kampus pada 31 Agustus, UPNVY kemudian melakukan penutupan atau karantina wilayah terhadap fakultas yang menaunginya selama tujuh hari sejak 2 September. Kampus juga meminta enam dosen, dua tenaga kependidikan, dan 16 mahasiswa yang sempat berkontak dengannya saat ujian tesis itu untuk isolasi mandiri selama 14 hari.

Atas rekomendasi dari Puskesmas Depok II, ada enam dosen dan empat mahasiswa yang tergolong kontak erat yang perlu diswab. "Hasilnya belum keluar, harapan kami semua negatif," ujar Markus.

Disinggung soal kelanjutan kegiatan luring di kampus, Markus mengatakan perkuliahan tatap muka belum akan digelar dalam waktu dekat. Terlebih, semester gasal baru akan dimulai pada 28 September mendatang.

BACA JUGA: Cangkang Rajungan dari Jateng Diekspor ke Jepang, Ini Manfaatnya..

"Kebetulan saat itu hanya yang bersangkutan saja yang ujian tesis luring. Untuk kuliah tidak dilaksanakan tatap muka, tapi secara daring," urainya.

Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 UPNVY, Eko Teguh Paripurno memastikan untuk kegiatan perkuliahan masih akan tetap dilakukan secara daring lantaran melibatkan banyak orang. Namun, untuk ujian pendadaran masih bisa dilakukan secara daring atau luring sesuai protokol kesehatan secara ketat.

Terlebih, waktu ujian pendadaran tergolong tentatif. Sehingga bisa dipilih dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi mahasiswa serta dosen pembimbing.