PAD Wisata Gunungkidul Berpotensi Tembus Rp52 Miliar Tahun Ini
Pemkab Gunungkidul berencana menaikkan target PAD wisata menjadi Rp52 miliar setelah realisasi pendapatan melampaui target tahunan pada semester pertama 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Empat bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah di Gunungkidul sudah menetapkan jadwal untuk pendaftaran ke KPU. Tim pemenangan pun siap mengantarkan setiap pasangan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon. Rencananya pendaftaran dibuka mulai Jumat (4/9/2020) hingga Minggu (6/9/2020).
Bakal Calon Bupati PDI Perjuangan, Bambang Wisnu Handoyo mengatakan, untuk pendaftaran disesuaikan dengan kebijakan dari partai. Meski demikian, berdasarkan hasil koordinasi pendafaran akan dilakukan di bhari pertama pembukaan. “Besok [hari ini] kami akan mendaftar setelah Salat Jumat,” kata Bambang, Kamis (3/9/2020).
Baca juga: Golkar, PKS 7 Nasdem Bersatu Usung Petahana di Pilkada Sleman
Dia menegaskan siap berjuang untuk bisa memenangkan pilkada bersama-sama dengan pasangannya Benyamin Sudarmadi. Menurut Bambang, sudah menyiapkan strategi untuk pemenangan agar bisa mendapatkan simpati dan suara dari masyarakat.
“Kita gunakan tagline ora mbrebegi ning ngerampungi [tidak berisik, tapi menyelesaikan]. Sebelum mendaftar, hari ini [kemarin] kami selenggarakan deklarasi untuk pencalonan,” ungkapnya.
Baca juga: Bawaslu DIY Bidik Buzzer yang Bikin Ramai Pilkada
Ketua Pemenangan Bapaslon Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto, Arif Setiadi mengatakan, partai koalisi siap mengantar bapaslon untuk mendaftar ke KPU Gunungkidul. Rencananya pendaftaran dilaksanakan di hari kedua pendaftaran, yakni Sabtu (5/9/2020).
“Tagline kami Harapan Baru untuk Gunungkidul. Untuk pemenangan kami akan perkuat soliditas dan kesamaan visi misi antar partai pengusung,” katanya.
Menurut Arif, sebelum pendaftran, akan digelar deklarasi pengukuhan relawan untuk pemenangan pasangan Sutrisna-Ardi. “Untuk PAN, kami mengincar kemenagnan untuk keempat kalinya di pilkada Gunungkidul,” katanya.
Ketua Pelaksana Tim Pemanangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi, Suharno mengatakan, pihaknya suda menetapkan jadwal pendaftaran. Rencananya pendaftaran dilakukan di hari kedua setelah KPU membuka pendaftaran. “Kami daftar sekitar jam 14.00 WIB,” kata Suharno.
Dia menjelaskan, untuk pemenangan pihaknya mengambil jargon Bismillah Gas. Untuk istilah gas ada dua arti, pertama Gunungkidul Ayom Ayem Sejahtera. Sedangkan yang kedua merupakan tagline untuk Gerakan Ayo Sedekah Suara untuk pasangan Immawan-Martanty. “Kami optimistis bisa memenangkan pilkada,” katanya.
Ketua DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, partainya bersama PKB mantab untuk mengusung Sunaryanto-Heri Susanto. Menurut dia, pendaftaran akan dilakukan di hari terkahir. “Minggu kami akan mendaftar ke KPU Gunungkidul,” katanya.
Heri menjelaskan, untuk pemenangan akan menggunakan tagline Gunungkidul Membangun, Handayani Darmaning Pertiwi. “Konsolidasi akan terus diperkuat dan menyiapkan program-program agar bisa diterima masyarakat sehingga calon yang diusung bisa memenangkan pilkada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul berencana menaikkan target PAD wisata menjadi Rp52 miliar setelah realisasi pendapatan melampaui target tahunan pada semester pertama 2026.
Kecerdasan emosional, kreativitas, dan kepemimpinan diprediksi menjadi keterampilan paling dicari di era AI. Mengapa kemampuan manusia justru semakin berharga.
"Trump Curse" ramai di media sosial usai AS kalah 1-4 dari Belgia di Piala Dunia 2026. Trump disebut bawa sial setelah hubungi FIFA. Ini deretan kekalahan lain
Petani di Bantul mulai beralih menanam kacang tanah dan palawija saat musim kemarau. Tanaman ini dinilai lebih hemat air dan memiliki masa panen yang relatif si
DuckDuckGo luncurkan pemblokir iklan YouTube bawaan gratis. Cukup aktifkan di pengaturan browser, nonton video tanpa iklan tanpa ekstensi. Alternatif YouTube Pr
Prancis vs Maroko: 19 pemain diaspora di skuad Maroko, 6 lahir di Prancis. Sejarah migrasi, identitas, dan sepak bola mewarnai duel perempat final Piala Dunia