Masih Ada Konvoi, Ini Evaluasi Bawaslu Bantul Terkait Pendaftaran Bapaslon ke KPU

Ilustrasi. - Freepik
06 September 2020 11:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul menyatakan ada beberapa catatan terkait dengan pelaksanaan pendaftaran dua bakal pasangan calon (Bapaslon) yang maju pada Pilkada 2020, di Kantor KPU Bantul, Jumat (4/9/2020) lalu.

Selain sistem informasi pencalonan pemilu (Silon) KPU pusat sempat tidak merespon, Bawaslu Bantul menilai masih banyak relawan maupun rombongan Bapaslon baik Suharsono-Totok Sudarto maupun Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo yang belum patuh.

“Dalam hal ini, tidak hanya yang ada di dalam komplek kantor KPU Bantul, tetapi juga di luar kantor,” kata Ketua Bawaslu Bantul Harlina, Minggu (6/9/2020).

Bawaslu juga mencatat masih adanya pengerahan massa dari kedua Bapaslon saat mendaftarkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya konvoi kendaraan dan menggunakan knalpot blombongan dari relawan kedua Bapaslon.

“Beruntung, pihak kepolisian dan TNI mampu bertindak, sehingga tidak menyebabkan kemacetan,” lanjut Harlina.

Baca Juga: Pendaftaran Pilkada Banyak Langgar Protokol Kesehatan, KPU dan Bawaslu Diminta Tegas

Di sisi lain, Bawaslu melihat, keputusan dari KPU Bantul dengan tetap membuka pendaftaran hingga Minggu (6/9/2020) pukul 24.00 WIB, kendati dua bapaslon yang ada telah mendaftar pada Jumat (4/9/2020) adalah langkah yang tepat. Sebab, sesuai dengan aturan, pendaftaran baru bisa ditutup usai Minggu (6/9/2020) pukul 24.00 WIB.

Sementara untuk tes kesehatan bagi dua bapaslon, Senin (7/9/2020) di RSUP Dr Sardjito, Bawaslu telah menyiapkan personel. Personel ini nantinya akan ikut melakukan pengawasan terhadap jalannya tes kesehatan kedua bapaslon.

“Nanti ada yang berjaga di sana. Semua sudah kami persiapkan,” terang Harlina.

Harlina menambahkan, saat ini jawatannya terus melakukan koordinasi terkait dengan kampanye yang dilakukan oleh Bapaslon saat sudah ditetapkan menjadi calon pada Pilkada 2020. Sebab, dengan adanya pandemi Covid-19, kampanye kemungkinan akan lebih banyak dilakukan melalui ruang digital.

Tim Khusus

Ada kemungkinan Bawaslu Bantul membentuk tim khusus untuk pengawasan kampanye di media digital baik daring maupun media sosial. Akan tetapi hal ini masih menunggu Bawaslu RI.

Sejauh ini, lanjut Harlina, Bawaslu mulai menyusun strategi terkait dengan pengawasan akun-akun yang tidak terdaftar di KPU yang diduga 'buzzer' atau relawan. Sebab, akun-akun ini diduga yang akan banyak melakukan pelanggaran dan sulit dikendalikan.

“Nanti kami akan gandeng kominfo soal ini. Termasuk kami akan sampaikan ke bapaslon terkait dengan soal apa saja yang dilarang saat kampanye di media sosial. Harapannya, mereka bisa mengendalikan relawannya,” ucapnya.

Baca Juga: Survei LSI: Pilkada Serentak Digelar Saat Pandemi, Hanya 46 Persen Pemilih Datang ke TPS

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan pendaftaran bapaslon pada Minggu (6/9) masih dibuka sampai pukul 24.00 WIB. “Setelah itu baru kami akan melakukan penutupan,” katanya.

Dengan masih dibukanya pendaftaran bapaslon, maka masih ada kemungkinan bapaslon mendaftarkan diri. Hanya saja sejauh ini belum ada calon lainnya yang berencana datang untuk mendaftar.

“Kami mencatat ada dua bapaslon yang telah mendaftar. Baik Suharsono-Totok Sudarto, maupun Abdul Halim Muslih-Joko Budi Purnomo berkas pencalonan kami nyatakan lengkap dan sah, sedangkan berkas calon sudah lengkap. Begitu juga dengan hasi swab test, keempatnya negatif,” ucap Didik.