Pedagang Malioboro yang Meninggal karena Corona Sempat Menulari Anaknya

Ilustrasi. - Freepik
08 September 2020 20:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penambahan kasus Covid-19 terjadi dari kasus sebelumnya di Malioboro. Dari satu Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terpapar, satu orang hasil tracing dinyatakan positif.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi pada Selasa (8/9/2020) menyampaikan bahwa dari kasus pedagang di Malioboro, anak pedagang yang selama ini tinggal bersama dan merawat terkonfirmasi positif. "Sedangkan enam [anggota keluarga] lainnya masih menunggu giliran di-swab, termasuk [delapan] pedagang juga," terangnya.

Lebih lanjut Heroe mengatakan bahwasanya kasus Malioboro masih dalam proses tracing. "Masih terus dikembangkan, termasuk untuk melakukan swabnya," jelasnya. Seperti diketahui seorang pedagang Malioboro meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto mengatakan empat mobil penyemprotan dari Dinas Kebakaran Kota Jogja, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja diturunkan untuk mensterilkan kawasan Malioboro. Penyemprotan disinfektan dilakukan dari teteg sepur di ujung Utara sampai titik nol yang berada ujung Selatan Malioboro. Penyemprotan meliputi pedestrian sisi timur dan barat.

Adanya penyemprotan membuat PKL Malioboro buka lebih siang yakni di atas pukul 12.00 WIB. Ekwanto menerangkan bahwa sebelumnya masing-masing komunitas secara telah melakukan disinfektan dulu. "Masing-masing komunitas mandiri harus wajib mensterilkan lokasi masing-masing, sudah berkala , wajib juga oleh kelompok," ujarnya.

"Dengan adanya kasus ini kami sudah minta pimpinan untuk bisa diregulerkan berkala lagi, entah seminggu sekali, tiga minggu sekali, menanti kebijakan dari atas kita sudah kita usulkan," jelasnya. Menurut catatan Ekwanto saat ini jumlah pengunjung di Malioboro masih terbilang tinggi. Di akhir pekan jumlah pengunjung Malioboro bis mencapai 2.000 orang.