Petani Klayar Kembangkan Agrowisata, Lahan Gersang Dekat Kali Oya Akan Disulap Jadi Kebun Buah

Wakil Bupati Immawan Wahyudi saat meninjau kebun buah semangka yang akan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata Klayar di Kalurahan Kedungpoh, Selasa (8/9/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
09 September 2020 06:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Petani milenial di Dusun Klayar, Kedungpoh, Nglipar mengembangkan konsep pariwisata agrowisata. Hal ini dilakukan dengan menyulap lahan gersang di dekat aliran Kali Oya menjadi kebun buah. Di tahap awal fokus pengembangan ke buah semangka, tapi di lahan seluas hampir empat hektar juga ditanami pohon buah keras seperti mangga, nangka dan lainnya.

Pendamping Kelompok Petani Milenial Klayar, Budi Susilo mengatakan, konsep agrowisata di Klayar mirip pengembangan kebun buah di Pampang, Kecamatan Paliyan. Menurut dia, di Pampang, petani milenial berhasil mengembangkan wisata kebun semangka petik sendiri. “Hal inilah yang kami coba kembangkan di Agrowisata Klayar,” kata Budi, Selasa (8/9/2020).

Baca juga: Kisah Warga Selomartani Tinggal di Gubuk, Sakit Belum Bisa Periksa ke Dokter

Dia menjelaskan dari sisi lokasi, kawasan agrowisata yang dirintis memiliki pemandangan yang indah. Pasalnya, kawasan ini dikelilingi oleh aliran Kali Oya. Untuk mengakses ke lokasi, warga bergotong royong membuat croosway di atas sungai. “Rencanaya memang akan dibuat jembatan gantung untuk akses. Tapi, untuk sementara akses masih menggunakan crossway di Kali Oya,” katanya.

Budi menjelaskan, untuk pengembangan akan bekerjasama dengan UGM. Adapun lokasi agrowisata akan ditanami berbagai tanaman buah, baik yang berjenis tanaman keras atau buah seperti semangka, anggur hingga stroberi.

Meski demikian, untuk tahap awal, pengembangan difokuskan pada buah semangka. Hal ini dipilih karena memiliki masa tanam yang pendek sehingga dapat menghasilkan dalam waktu yang singkat. “Kalau pohon buah seperti jeruk, manggan atau nangka, butuh waktu bertahun-tahun. Tapi, kalau semangka hanya dalam hitungan bulan bisa memperoleh hasilnya,” katanya.

Baca juga: Pasien Corona Gunungkidul Tembus 200 Kasus

Dia menuturkan ada sekitar 9.000 benih semangka yang ditanam di lahan seluas 1,2 hektare. Diharapkan dari penanaman ini bisa menghasilkan buah semangka seberat 30 ton. “Kalau tidak meleset, estimasi kami bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp150 juta. Nantinya, keuntungan yang diperoleh juga digunakan untuk pengembangan agrowisata Klayar,” tutur Budi.

Ke depannya, di agrowisata ini juga akan dilengkapi dengan perahu yang digunakan sarana penyebarangan bagi pengunjung. “Ini bisa jadi daya tarik sendiri karena aliran Kali Oya juga bisa dimanfaatkan sebagai wahana wisata,” tuturnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyambut baik pengembangan agrowisata di Klayar. Menurut dia, inovasi ini harus didukung karena dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. “Kuncinya guyub rukun antar warga harus dijaga karena sebagai modal pengembangan destinasi wisata yang lebih baik lagi,” katanya.