Sehari, Dua Warga Gunungkidul Meninggal karena Gantung Diri

Ilustrasi Bunuh Diri
10 September 2020 16:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dua kasus gantung diri terjadi pada Kamis (10/9/2020). Satu kasus terjadi di Kalurahan Ngloro, Saptosari dan satunya berada di Kalurahan Tambakromo, Ponjong.

Kapolsek Saptosari, AKP Awal Mursayanto mengatakan, kasus bunuh diri di Kalurahan Ngloro diketahui pada Kamis pagi sekitar pukul 05.30. Adapun pelaku atas nama Tarmo Rejo berusia 80 tahun.

“Pelaku gantung diri di tiang penampungan air. Saat diketahui, pelaku sudah tidak bernyawa dengan lilitan tali di bagian leher,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Menurut keterangan keluarga korban, Tarmo menderita penyakit komplikasi sejak lama. Ia bahkan disebut merasa terbebani dengan kondisinya tersebut. “Kemungkinan besar motif bununh diri dilakukan karena penyakit yang diderita tak kunjung sembuh,” katanya.

Selang beberapa jam, kejadian gantung diri juga terjadi di Dusun Bulurejo, Tambakromo, Ponjong. Kapolsek Ponjong Kompol Sudono mengungkapkan laporan peristiwa itu diterima sekitar pukul 09.30 WIB.

“Petugas sudah cek ke lokasi dan pelaku atas nama Gito berusia 58 tahun,” katanya.

BACA JUGA: Mulai Malam Ini, Pintu TPR Parangtritis Diperketat

Hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan selendang yang diikatkan di tiang kamar mandi umum di wilayah tersebut. Diduga kuat, aksi ini dilakukan karena depresi penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.

“Pada Kamis pagi keluarga sempat mencari keberadaan pelaku, saat ditemukan sudah tergantung di kamar mandi umum,” katanya.

Catatan Redaksi:

Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.