30.000 Masker Dibagikan di Kulonprogo

Bupati Kulonprogo, Sutedjo (kiri) bersama Kapolres Kulonprogo, AKBP Tartono saat mengingatkan pengendara untuk menggunakan masker dalam aksi bagi-bagi masker di Simpang Lima Karangnongko, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Kamis (10/9/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 September 2020 13:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Polri bersama TNI dan sejumlah pihak membagikan 34 juta masker kepada masyarakat secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (10/9/2020). Di Kulonprogo, masker yang dibagikan sebanyak 30.000 buah.

Pembagian masker itu dilakukan di seluruh kapanewon dan beberapa tempat umum yang banyak didatangi masyarakat antara lain simpang lima Karangnongko, Pasar Wates dan kawasan alun-alun Wates, tepatnya depan Kodim 0731 Kulonprogo.

Baca juga: Pemkot Jogja Diminta Sediakan Shelter bagi OTG Covid-19

Aksi bagi-bagi masker ini dilakukan oleh jajaran Polres Kulonprogo, Kodim 0731 Kulonprogo dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) tingkat kabupaten di antaranya Bupati Kulonprogo, Sutedjo dan Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefri mengatakan aksi bagi-bagi masker kepada masyarakat ini merupakan bentuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat bisa tetap mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19," ucapnya di sela-sela pembagian masker di Simpang Lima Karangnongko, Wates, Kamis pagi.

Baca juga: Donald Trump Ternyata Sudah Tahu Keganasan Covid-19, tapi Merahasiakannya

Jefri menjelaskan 30.000 masker yang dibagikan hari ini bersumber dari pihaknya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo. Masker tersebut diberikan kepada masyarakat dan penggunaan jalan yang melintas di lokasi kegiatan. Selain membagikan masker, petugas juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan. Menurutnya ancaman virus Corona belum berakhir, sehingga masyarakat tetap harus mematuhi protokol yang berlaku guna meneken jumlah penderita Corona di Kulonprogo yang saban hari terus bertambah.

"Ancaman virus Corona masih ada, kita harus tetap disipilin dan waspada," ucapnya.