Advertisement
Pemkot Jogja Diminta Sediakan Shelter bagi OTG Covid-19

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja mendesak agar Pemkot Jogja segera menyediakan shelter bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) yang ada di Jogja. Pasalnya, pertumbuhan kasus OTG di wilayah Kota Jogja cukup signifikan.
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Muhammad Ali Fahmi mengatakan jika selain menyiapkan rumah sakit rujukan untuk pasien positif Covid-19, Pemkot Jogja perlu menyediakan shelter sebagai tempat yang layak untuk isolasi pasien OTG.
Advertisement
Baca juga: Pemkab Sleman Klaim Protokol Kesehatan di Destinasi Wisata Berjalan Baik
"Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan bahwa pasien OTG dapat isolasi mandiri di rumah, padahal ada sebagian pasien OTG yang punya anak balita dan lansia tinggal dalam satu rumah sehingga ada resiko terjadi penularan pada saat isolasi mandiri," ujar Fahmi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2020).
Pengadaan shelter, lanjut Fahmi, merupakan kebutuhan yang sangat mendesak mengingat semakin banyak jumlah pasien OTG di Kota Jogja. Shelter tersebut dinilai oleh Fahmi dapat memanfaatkan gedung milik Pemkot yang tidak atau belum digunakan, tentunya dengan disertai fasilitas penunjang termasuk ketercukupan makanan dan gizi serta dipantau secara rutin oleh dokter.
"Di samping itu Pemkot juga perlu persiapkan rumah sakit non-rujukan sebagai cadangan untuk isolasi jika shelter tidak mampu lagi menampung pasien OTG," sambung Fahmi.
Baca juga: Pembeli Soto Lamongan yang Terinfeksi Corona Sudah Mengenakan Masker Saat Berbelanja
Adapun, terjadi peningkatan jumlah pasien positif corona di kota Jogja, baik yang disertai gejala maupun orang tanpa gejala (OTG). Berdasarkan catatan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Jogja per hari ini Rabu (9/9), terdapat 211 kasus positif Covid-19 di Kota Jogja. 142 kasus telah sembuh, 12 angka meninggal dunia. Sedangkan, angka kasus OTG di Jogja berada di angka 140.
Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Jogja Heroe Poerwadi mengatakan jika dengan melihat perkembangan kasus OTG yang semakin banyak, kini pemkot sedang mengupayakan untuk mengusahakan shelter baru.
"Sebab perkembangan yang terjadi menuntut untuk lebih waspada terhadap sebaran OTG. Selama ini, kami sudah mengupayakan hotel, tetapi sebagian besar saat ini sudah ada tamu yang menginap," katanya.
Sedangkan, mess atau balai pendidikan dan latihan (diklat) yang dimiliki oleh Pemkot Jogja hampir semuanya sedang digunakan untuk pendidikan. Beberapa masih diusahakan dengan meminta izin terlebih dahulu karena dikelola oleh pemerintah pusat.
"Maka, saat ini kami sedang mengupayakan beberapa pilihan yang memungkinkan, termasuk opsi untuk membuat rumah sakit lapangan jika tidak segera ditemukan tempat yang layak dan memadai," pungkas Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi Terjadi pada Hari Ini dan Besok
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,1
- Ratusan Napi di Lapas Wonosari Dapatkan Remisi Lebaran, 3 Orang Bisa Langsung Bebas
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca Kembang dari Sebuah Restoran di Mlati Sleman
- Tim SAR Parangtritis Masih Cari Satu Korban Kecelakaan Laut
- Libur Lebaran 2025, Pengunjung GL Zoo Bisa Tembus 11.000 Orang dalam Sehari
Advertisement
Advertisement