Jakarta PSBB, Gunungkidul Antisipasi Gelombang Ribuan Pemudik

Ilustrasi - Pixabay
11 September 2020 13:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Badingah menginstruksikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengantisipasi gelombang mudik kedua. Hal ini tidak lepas adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dilakukan oleh Pemerintah DKI.

“Kalau PSBB kembali diterapkan, gelombang pemudik pulang akan terjadi lagi. Ini harus diantisipasi agar penyebaran corona bisa terkendali,” kata Badingah, Jumat (11/9/2020).

Menurut dia, langkah antisipasi adanya ledakan pemudik dengan melakukan koordinasi antar OPD. Penanganan, tidak jauh berbeda pada saat awal-awal penyebaran virus corona.

BACA JUGA: Seorang Sukarelawan Vaksin Sinovac Kena Covid-19, Tim Uji Klinis Buka Suara

Badingah menuturkan setiap pemudik akan didata melalui petugas di kalurahan, untuk kemudian diunggah melalui Sistem Informasi Desa. Langkah ini dilakukan agar memudahkan dalam pemantauan kesehatan pemudik. “Saya minta melaporkan semuanya,” katanya.

Badingah mengungkapkan ada ratusan ribu penduduk Gunungkidul yang merantau ke berbagai kota besar, salah satunya Jakarta. Nantinya, sambung dia, pada saat ada pemudik yang kembali pulang maka diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. “Selama isolasi kesehatan juga akan dipantau oleh tim medis dari puskesmas terdekat,” katanya.

BACA JUGA: Epidemiolog: Kegiatan Arisan dan Rapat Warga Picu Munculnya Klaster Keluarga

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan format pendataan pemudik masik sama. Petugas dari desa akan memberikan daftar pertanyaan seperti dari mana, mengenai riwayat kesehatan, dan nomor telepon. “Hasil pendataan akan diunggah di SID,” katanya.

Menurut Kelik, sejak adanya gelombang pemudik di awal April hingga sekarang sudah ada 20.390 orang Gunungkidul yang kembali ke kampung halaman. Jumlah pemudik terbanyak berasal dari Kapanewon Karangmojo, Semin, Wonosari, dan Playen. “Kami akan terus pantau termasuk nantinya adanya kebijakan PSBB di Jakarta, apakah akan berpengaruh terhadap lonjakan jumlah pemudik,” katanya.