Tak Perlu Sinyal, Canva Hadirkan Fitur Offline untuk Desain
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Ilustrasi program padat karya/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Program padat karya di Bantul kembali dilanjutkan setelah ditunda karena pandemi Covid-19 dan kebijakan refocusing anggaran untuk menanggulangi dampak penyebaran virus Corona.
“Kemarin memang sempat ditunda pelaksanaannya. Tetapi saat ini program tersebut kembali akan dilanjutkan, karena sudah dianggarkan di APBD Perubahan 2020,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti, Minggu (13/9/2020).
Istirul mengatakan alokasi anggatan program padat karya masih sama dengan yang dianggarkan di APBD 2020, yakni Rp13 miliar untuk 130 lokasi di semua kecamatan. Masing-masing lokasi akan menerima Rp100 juta.
BACA JUGA: Sehari Sebelumnya Masih Sehat Bugar, Anggota DPRD DIY Meninggal karena Stroke
Pada 2019 lalu, program padat karya dari dana APBD Bantul senilai Rp19,3 miliar dan digunakan untuk membangun infrastruktur di 193 lokasi.
“Saat ini pembahasan perubahan tengah dilakukan. Harapannya, pertengahan November nanti sudah bisa jalan,” lanjutnya.
Istirul menambahkan salah satu tujuan dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga miskin. Selain itu, program ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian warga sekitar.
BACA JUGA: Realisasi Subsidi Gaji Pekerja Capai Rp5,84 Triliun, Total Anggaran Rp37,7 Triliun
Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan proyeksi perubahan APBD 2020 sekitar Rp2,6 triliun. Anggaran itu diprioritaskanpada penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19 dan kesehatan warga.
Sejumlah kegiatan seperti program padat karya dan kegiatan di bidang pertanian menjadi fokus dari program yang dijalankan menggunakan dana APBD Perubahan.
“Tidak hanya untuk program peningkatan penanganan dampak, fokus dari perubahan APBD adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” ucap Helmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.