Mahasiswa UIN Jogja Positif Corona Sempat ke Kampus, Fakultas Lockdown 3 Hari

Logo UIN Sunan Kalijaga Jogja - Istimewa
14 September 2020 16:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Jogja menerapkan karantina lokal atau lockdown selama tiga hari setelah seorang mahasiswa di fakultas ini terkonfirmasi positif Covid-19. Mahasiswa tersebut sempat mendatangi kampus pada bulan lalu.

Ketua Satgas Covid-19 UIN Sunan Kalijaga Jogja Munir mengatakan fakultas akan disterilkan selama tiga hari mulai Senin (14/9/2020) sampai dengan Rabu (16/9/2020). Kebijakan ini tertuang dalam SK Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemiliran Islam No. B-1144/Un.02/DU/HK.09.03/09/2020.

"Kebijakan fakultas me-lockdown kampus adalah bentuk kehati-hatian untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini tidak sampai mengganggu aktivitas dan manajemen perguruan tinggi karena pegawai bekerja dari rumah," kata Munir pada Senin.

BACA JUGA: Lurah di Gunungkidul Positif Covid-19, Kantor Layanan Ditutup Sementara

Ia menyebut mahasiswa tersebut dinyatakan positif Covid-19 pada 5 September lalu setelah melakukan swab mandiri di salah satu pelayanan kesehatan di DKI Jakarta. Ia diketahui sempat mendatangi kampus pada 23 Agustus lalu.

"Informasi ini menjadi viral karena yang bersangkutan posting melalui status media sosialnya bahwa dia positif hasil swab tanggal 5 September di Jakarta. Lalu kami lakukan penelusuran, rupanya dia sempat ke kampus pada 23 Agustus," ungkap Munir.

Menurutnya, mahasiswa Prodi llmu Al Qur'an dan Tafsir tersebut berasal dari Jakarta. Kendati ia tak mengetahui kapan tepatnya mahasiswa tersebut kembali ke Jakarta, mahasiswa tersebut sempat ke kampus pada 23 Agustus.

BACA JUGA: Kemendikbud Pastikan Kuota Internet Gratis Bisa Dipakai Menonton YouTube

Setelah berkonsultasi dengan Puskesmas Depok Sleman, UIN Jogja memutuskan sejumlah orang yang sempat berkontak dengan mahasiswa tersebut tidak perlu dilakukan rapid test. "Sejauh ini tidak ada yang di-swab, karena yang berkontak tidak menunjukkan gejala dan tidak masuk dalam masa inkubasi," jelasnya.

Saat ini, mahasiswa tersebut masih berada di DKI Jakarta dan menjalani isolasi mandiri. Sementara, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam akan kembali dibuka pada Kamis (17/9/2020) dengan menerapkan pembatasan.

BACA JUGA: OTG di Kota Jogja Melonjak, Ini Langkah Penanganan Pemkot

Sejak April, kampus ini menerapkan kuliah daring. Saat ini, masa perkuliahan juga belum dimulai. Namun, ia tak menutup kemungkinan ada mahasiswa yang datang ke kampus untuk mengurus berkas atau hal lain.

"Kami perketat prosedur mahasiswa masuk kampus, harus pakai alasan yang sangat masuk akal. Kalaupun terpaksa masuk kampus dilakukan prosedur ketat, tidak boleh masuk ruangan layanan, tetap di ruang tunggu. Dari pintu gerbang dilakukan pengecekan suhu, pakai masker, dan hand sanitizer," terangnya.