Lurah di Gunungkidul Positif Covid-19, Kantor Layanan Ditutup Sementara

Ilustrasi - Freepik
14 September 2020 11:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kantor layanan di salah satu kalurahan di Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, ditutup mulai Senin (14/9/2020). Penutupan dilakukan sebagai dampak salah seorang lurah yang dinyatakan positif terinfeksi Corona.

Panewu Saptosari, Djarot Hadi Atmojo, mengatakan lurah tersebut diketahui positif Covid-19 pada Minggu (13/9/2020). Setelah koordinasi dengan berbagai pihak, kantor layanan di balai kalurahan ditutup sementara waktu.

BACA JUGA : Seorang Guru & Pengawas Sekolah di Kota Jogja Positif 

“Penutupan dilakukan karena lurah kontak dengan pamong lainnya. Jadi, untuk antisipasi penularan maka terpaksa layanan ditutup sementara waktu,” kata Djarot, Senin.

Menurut dia, kantor layanan kalurahan yang ditutup memiliki 20 pamong. Guna menekan laju penularan, seluruh pamong juga dilakukan tes swab massal pada hari ini. “Mereka juga diminta melakukan karantina mandiri,” ungkapnya.

Selama layanan di balai  kalurahan ditutup, pelayanan dipindahkan ke kapanewon (kecamatan). Selain itu, di sekitar balai juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk sterilisasi. “Untuk penutupan belum diketahui pasti sampai kapan karena masih menunggu hasil swab dari para pamong lainnya,” imbuhnya.

BACA JUGA : Guru Berkunjung Jogja, Solusi di Masa Pandemi Covid-19 

Djarot mengungkapkan bahwa sang lurah juga memiliki klinik kesehatan. Beberapa waktu lalu ada salah seorang warga yang berobat dan dinyatakan positif Corona.

“Kemungkinan karena kontak dengan pasien positif yang berobat. Jadi, dengan kasus ini maka di klinik juga dilakukan penutupan, sama seperti di balai kalurahan,” kata di

Djarot mengatakan kapanewon terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan saat ini. Terlebih lagi, saat ini banyak warga yang sudah menggelar hajatan.

“Kami tidak sendirian karena sosialisasi dilakukan bersama dengan koramil dan polsek. Misal untuk hajatan tidak bisa dibendung lagi, tetapi kami mengimbau agar warga tidak menyajikan makanan secara prasmanan, dan maksimal tamu hanya 10 menit di lokasi,” katanya.

BACA JUGA : Terimbas Corona, Sebagian Guru PAUD DIY Sudah Tak Lagi

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan potensi penyebaran virus Corona masih tinggi. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk disiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19.

“Tetap jaga jarak, terus menggunakan masker saat di luar rumah dan sering-sering cuci tangan menggunakan sabun merupakan hal yang harus dilakukan agar terhindar dari potensi penularan,” katanya.