Guru Berkunjung Jogja, Solusi di Masa Pandemi Covid-19

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, memantau guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Jogja melaksanakan pembelajaran jarak jauh, Senin (3/8/2020).-Harian Jogja - Lugas Subarkah
03 Agustus 2020 20:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang saat ini diterapkan di semua sekolah sebagai dampak pandemi Covid-19 masih menemukan eberapa persoalan, salah satunya kesulitan akses pembelajaran bagi siswa sekolah.

Mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kota Jogja meluncurkan program Guru Berkunjung yang memungkinkan bertemunya guru dan siswa di luar sekolah di masa pandemi sekarang ini.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengungkapkan sebesar 44% orang tua kesulitan mengakses PJJ. Sebanyak 14% menyatakan hanya memiliki satu telepon seluler sedangkan 34% mengklaim ada kesulitan soal pulsa.

Berdasarkan pemantauannya di beberapa sekolah, dari sekian banyak soal atau tugas yang diberikan sekolah pada siswa, hanya sekitar 2/3 yang bisa langsung menjawab sementara 1/3 sisanya tidak bisa langsung menjawab karena tidak daring.

Selain itu, orang tua juga kadang kesulitan dalam membantu menjelaskan materi pelajaran pada siswa. Bahkan dalam pelajaran dasar baca tulis dan menghitung, orang tua akan kesulitan jika tidak memiliki metode yang benar.

Dalam program Guru Berkunjung, setiap sekolah akan memetakan mana saja siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh. Kalau dalam satu wilayah ada banyak, bisa dikumpulkan di balai RW, kalau sedikit guru bisa mendatangi langsung ke rumah siswa.

Ke depan, tidak berhenti di Guru Berkunjung saja, Pemkot merencanakan membuat simulasi pembelajaran di sekolah dengan pembatasan jumlah dan waktu. “Semisal satu atau dua pekan sekali. Pemkot baru menyiapkan uji cobanya,” kata Heroe saat meninjau pelaksanaan Guru Berkunjung di Kelurahan Rejowinangun, Kecmaatan Kotagede, Senin (3/8/2020).

Dalam tinjauan kemarin, Heroe menyerahkan bantuan gadget kepada beberapa siswa. Bantuan tersebut bukan dari Pemkot Jogja melainkan elemen masyarakat yang ingin terlibat dalam mengatasi persoalan akses pembelajaran ini, yaitu Jogja Bike.

Direktur Utama Jogja Bike, Muhammad Aditya, menuturkan pada tahap awal ini ada 10 gadget yang disalurkan pada siswa yang membutuhkan. “Harapannya ini sebagai inisiatif awal untuk mendorong pihak-pihak lain ikut terlibat menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.