Dusun di Imogiri Ini Krisis Air Bersih, Butuh Bantuan Pemkab Bantul

Warga di Dusun Kalidadap 1, Selopamioro, Imogiri, Bantul, berusaha menyedot selang air untuk mengalirkan air dari sumber mata air di wilayah tersebut ke rumah mereka. - Harian Jogja/Jumali
15 September 2020 18:47 WIB Budi Cahyana Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sedikitnya 50 keluarga di Dusun Kalidadap 1, Selopamioro, Imogiri, Bantul, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama dua bulan terakhir. Sampai kini belum ada distribusi (droping) air dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Salah satu warga, Siti Marsilah, 31, mengatakan 50 keluarga terpaksa bergiliran tiga kali sehari untuk mengambil air dari Tuk Padukan dengan menggunakan selang air yang dialirkan ke rumah. Setiap kali mengambil air, hanya 20 keluarga yang diperbolehkan mengalirkan air ke rumah mereka.

BACA JUGA: Pengolahan Sampah Tambakboyo Ditolak Warga, Pemkab Sleman Lirik Minggir & Prambanan

“Jadi digilir, pagi, siang dan malam. Maksimal 20 orang yang boleh mengambil setiap kali dapat giliran mengalirkan air,” katanya ditemui di lokasi pengambilan air.

Siti mengungkapkan setiap kali mengambil air, dirinya harus menyedot selang sepanjang 150 meter yang teraliri air dari tuk tersebut. Padahal sekali mengambil air, hanya terkumpul dua ember air.

“Kadang juga bisa dapat lima ember, kalau pas dapat dari air cukup banyak. Padahal, air ini tidak hanya untuk mandi, tetapi juga untuk masak dan kebutuhan yang lainnya,” kata dia.

BACA JUGA: Jamas Pusaka Milik Pemkab Bantul, Abdi Dalem Kraton Jogja: Tidak Syirik, tapi Penghormatan

Siti mengatakan saban tahun Kalidadap 1 pasti mengalami kekeringan.

“Tetapi untuk kali ini memang kami memang belum mendapatkan droping air. Kami berharap pemerintah memerhatikan kami,” katanya.

BACA JUGA: Tak Pakai Masker di Kulonprogo, Puluhan Orang Diberi Sanksi Kerja Sosial

Camat Imogiri Sri Kayatun yang dikonfirmasi mengaku masih berkoordinasi dengan perangkat desa setempat terkait kemungkinan pemberian droping air.

“Sedang kami koordinasikan dengan pamong desa setempat. Karena sejauh ini belum ada laporan terkait hal tersebut,” katanya.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan sampai kini jawatannya belum mendapatkan permintaan dari warga terkait dengan droping air.

“Kami sudah siapkan dua mobil dengan kapasitas 5.000 liter. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, jika nantinya ada permintaan droping air dari warga,” katanya.