Kapolda DIY Siapkan Patroli Skala Besar Berantas Premanisme Parkir
Polda DIY mengkaji penanganan premanisme parkir dan membuka peluang patroli skala besar dengan melibatkan TNI serta Satpol PP.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti
Harianjogja.com, JOGJA--Persiapan shelter bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bener kian matang. Perlengkapan bagi pasien OTG mulai ditata di Rusunawa Bener.
Wali kota Jogja, Haryadi Suyuti bersama berbagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mengadakan peninjauan sekaligus rapat terbatas ke Rusunawa Bener. Haryadi menjelaskan bahwa Rusunawa Bener akan menjadi Shelter Penanganan Covid-19 tingkat Kota Jogja. "Hari ini kita melihat kesiapannya, ap sih yang dilihat, bukan hanya masalah gedungnya, tetapi yang dilihat protokol dalam gedungnya," terang Haryadi pada Jumat (18/9/2020).
Satu unit kamar Rusunawa Bener terdiri atas dua ruang tidur, satu kamar mandi, dan satu dapur. Saat peninjauan nampak beberapa piranti seperti sprei, tempat sampah linen, satu paket perlengkapan pribadi yang terdiri dari handuk alat mandi hingga multi vitamin sudah disipakan. "Kalau ditanya kapan kapan, kita ingin segera, protokol tapi di dalamnya hari seterusnya dijaga," jelasnya. Kemungkinan pada Senin atau Selasa pekan depan Penanganan Penanganan Covid-19 Rusunawa Bener akan dioperasikan.
Menurut informasi yang diterima Haryadi hingga Jumat (18/9/2020) terdapat 97 kasus Covid-19 di Kota Jogja. Di mana dalam jumlah tersebut 80 orang OTG dan menjalin isolasi mandiri. "Kalau masuk sini semua nanti over capacity, ada 42 unit, kalau di isi dua orang jadi 84, avaibilitasnya tinggal empat, maka kami susun protkolnya siapa nanti yang akan dimasukkan ke sini," terangnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi yang mendampingi Haryadi dalam peninjauan menjelaskan jika salah satu kriteria OTG yang dimasukkan ke Rusunawa Bener yakni pasien yang sudah dipastikan dari Puskesmas bahwa memang mereka konfirmasi Covid-19 positif dan tanpa gejala. "Dan itu pun akan dikoordinasi dengan wilayah dulu, jadi enggak membeludak ke sini, akan ada pemilahan, misal ada yang OTG puskesmas koordinasi dengan wilayah apakah bisa memang tidak mendukung atau tidak, ada di Shelter di wilayah situ, kalau wilayah tidak barulah dibawa ke sini, "jelasnya.
"Jadi tidak tidak OTG, tidak bergejala langsung dibawa ke sini tidak, jadi ada penapisan," tambah Emma. Selain itu pasien yang dibawa ke Shelter harus mau secara suka rela. Sehingga terjalin komunikasi baik dan jangan sampai ada pemaksaan. Sehingga dalam massa isolasi dapat berjalan dengan baik.
Adapun alur pengiriman pasien OTG ke Rusunawa Bener diawali dengan Puskesmas menghubungi pihak Dinkes Kota Jogja. Selanjutnya Dinkes Kota Jogja akan menghubungi petugas posko yang berjaga di Shelter untuk menyiapkan kamar dan segala perlengkapannya. "Setelah sudah oke, perawat dengan sopir puskesmas dengan tingkat APD membawa pasien langsung ke depan lobi Rusunawa, kemudian pasien dibawa perawat ke kamar," jelasnya.
Emma menjelaskan setiap hari pasien akan dipantau oleh puskesmas yang mengajukan meski di Shktee juga ada tim medis psc 119 untuk makan kegawatdaruratan. Pagi nanti dede atau berjemur gantian 15 menit, di atur biar tidak berkerumun, masuk dan keluar melalui jalan yang berbeda, "jelasnya. Selain itu pihaknya juga akan mempersiapkan kegiatan senam melalui proyektor atau tv. "Kalau senemnanyaa membutuhkan proyektor atau tv agar kita mengharapkan tidak ada instrukturnya, ini baru diset, kalau dijemur sudah diberi tanda agar mereka tidak berdempet," imbuhnya.
Selanjutnya setelah melalui 10 hari isolasi dan tanpa gejala pasien akan dinyatakan sembuh dan diantar kembali ke rumah menggunakan ambulans. "Setelah 10 hari dari puskesmas akan dijemput, begitu masuk ya begitu ke luar ya dibawa, tidak pulang sendiri, ini termasuk pertanggungjawaban kepada masyarakat sektor bahwa kita benar-benar menguntungkan pasien OTG," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY mengkaji penanganan premanisme parkir dan membuka peluang patroli skala besar dengan melibatkan TNI serta Satpol PP.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
SIM Keliling Jogja Selasa 27 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Satpol PP Bantul menyoroti potensi geng sekolah memicu klitih. Pengawasan orang tua, pembinaan pelajar, dan patroli dinilai penting untuk pencegahan.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia enam jadwal pergi dan pulang dengan tarif Rp12.000.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 27 Oktober 2026, mencakup hujan ringan hingga potensi hujan petir. Simak suhu dan kelembapan tiap wilayah.