Lagu Ed Sheeran Diboikot Radio Irlandia Usai Kontroversi Macklemore
Classic Hits Radio Irlandia menghapus lagu Ed Sheeran dari playlist setelah kontroversi pencoretan Macklemore dan mundurnya sejumlah musisi pendukung tur.
Petugas mengecek stok beras di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Jumat (21/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul mulai mendistribusikan bantuan sosial beras medium untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayahnya, Kamis (17/9/2020).
Selain beras langsung dibagikan melalui balai desa, pendistribusiannya juga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Hari ini sudah dimulai, tentu dengan protokol kesehatan. Ada sebanyak 5.100 KPM [Keluarga Penerima Manfaat] setiap harinya. Kami bagikan selama 12 hari, karena total ada 60.908 KPM penerima di Bantul,” kata Koordinator PKH Bantul Rini Natalina, Kamis (17/9/2020).
BACA JUGA : Dinsos Jogja Uji Tanak Beras PKH
Menurut Rini, sebelum dibagikan, pihaknya telah melakukan serangkaian tes terhadap beras tersebut. Salah satunya adalah uji tanak yang digelar beberapa hari yang lalu. Dari hasil uji tanak, beras tersebut layak dikonsumsi.
“Kemarin, kami tes di gudang Bulog di Pajangan. Dan kami jamin layak dikonsumsi,” terangnya.
Rini menyatakan, bantuan tersebut merupakan program nasional dari Kementerian Sosial untuk menunjang kebutuhan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Secara nasional ada total sebanyak 10 juta keluarga yang bakal mendapat kemanfaatan. Sedangkan untuk DIY ada 204.334 keluarga penerima manfaat PKH.
BACA JUGA : Wawali Heroe Poerwadi Cicipi Nasi dari Beras PKH
“Ini untuk memenuhi kebutuhan dasar," lanjut Rini.
Rini mengungkapkan, Bansos beras diberikan untuk tiga bulan, yakni Agustus, September dan Oktober, masing-masing beras 15 kilogram. Pada penyaluran pertama, diberikan bansos dua bulan langsung, untuk Agustus dan September, sehingga keluarga penerima mendapat 30 kilogram.
“Untuk bulan Oktober mendatang sebesar 15 Kg beras untuk setiap keluarga penerima,” ungkapnya.
Kepala Kanwil Perum Bulog DIY, Juaheni, menuturkan dalam bansos beras ini Bulog menjadi penyedia beras. Adapun beras yang disalurkan yakni beras medium. “Pada dasarnya kami sudah siap. Stok beras untuk keperluan ini aman,” katanya.
Meski beras medium, ia memastikan kualitas beras untuk bansos ini sudah bagus. Hal ini dikarenakan pihaknya telah memproses ulang beras medium ini sehingga jika dulu beras medium biasanya kualitasnya kurang bagus, sekarang bisa dipastikan sudah bagus.
BACA JUGA : Alhamdulillah, Bansos Beras untuk PKH di Kulonprogo
“Penyaluran akan dibahas lebih lanjut, kita rapatkan kalau posisi keluarga penerima manfaat sudah komplit, karena ini kan per desa, kita rembuk juga dengan desa. Kalau sudah oke hari ini kita kirim, atau besok akan kita kirim, kita akan lakukan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Classic Hits Radio Irlandia menghapus lagu Ed Sheeran dari playlist setelah kontroversi pencoretan Macklemore dan mundurnya sejumlah musisi pendukung tur.
Dugaan pelecehan seksual di SMAN 1 Sentolo mendapat sorotan My Esti Wijayati yang mendesak sanksi tegas dan perlindungan bagi siswa pelapor.
Konsumsi makanan manis dapat meningkatkan risiko karies. Pakar menjelaskan bagaimana serat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.
Sebanyak 1.999 SPPG ditutup sementara karena belum mendaftarkan SLHS. Pakar UMY mengingatkan pentingnya pengawasan rutin keamanan MBG.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Galeri24 Rp2,584 juta, Antam Rp2,678 juta, dan UBS Rp2,61 juta per gram.
OJK mengatur pembentukan Harga Acuan Indonesia dari transaksi BMKS dengan prinsip wajar, transparan, efisien, dan berintegritas.