Kasus Covid-19 Malioboro Tambah Jadi 19, Dua Puskesmas Tutup

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (3/6/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 September 2020 21:52 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Covid-19 di Kota Jogja terus meningkat. Sabtu (19/9/2020), tercatat 29 kasus baru dalam sehari, paling banyak dari Malioboro dan tenaga kesehatan (nakes). Sementara, dua puskesmas ditutup.

Dari 29 kasus anyar, enam berasal dari Malioboro. Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan enam pasien baru adalah anggota keluarga pedagang kaki lima (PKL) tas dan dompet yang meninggal dunia setelah terinfeksi virus Corona.

BACA JUGA: DIY Rekor 74 Kasus Covid-19, Sultan: Ora Papa, Kita Adaptasi Saja

Saat ini, 19 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Malioboro. Dua pedagang yang dinyatakan positif berada dalam zona yang sama.  Sementara, penambahan kasus lain datang dari nakes.

Heroe mengatakan delapan nakes positif  terkait dengan kasus Puskesmas Wirobrajan maupun berasal dari rumah sakit luar Kota Jogja. Akibatnya dua puskesmas di Kota Jogja ditutup, yakni Puskesmas Wirobrajan dan Puskesmas Gedongtengen.

"Dua puskesmas sementara menutup pelayanan selama tiga hari, karena memang beberapa dokter, perawat, analis, dan surveilans terpapar ketika mereka melakukan tracing," jelas Heroe.

BACA JUGA: Banyak yang Tak Patuh, Epidemiolog UGM Dorong Pusat Isolasi Mandiri untuk OTG

Heroe akan menambah pelatihan kepada tenaga puskesmas dan nakes lainnya yang bisa mempunyai kemampuan surveilans serta swab

"Saat ini pelayanan di dua puskesmas dilayani di puskesmas lainnya yang terdekat, jadi tidak mengganggu pelayanan kesehatan maupun upaya tracing, blocking, dan swab," ujar Heroe.

Di Puskesmas Wirobrajan, dua dokter, tiga bidan, dan tiga analis positif Covid-19. Sementara di Puskesmas Gedongtengen terdapat empat dokter, lima perawat dan tiga analis yang telah terinfeksi virus Corona.

Heroe juga mencatat dari 29 penambahan kasus, 26 pasien termasuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Sementara itu tiga pasien lainnya mengalami gejala demam.