LPS Ungkap Penyebab 14 BPR dan BPRS Dilikuidasi pada 2026
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Dapur umum didirikan untuk menyuplai konsumsi pasien Covid-19 di Kota Jogja.
Dinas Sosial Kota Yogyakarta memusatkan dapur umum pendukung pemenuhan kebutuhan penghuni selter penanganan pasien COVID-19 di Posko Tagana Yogyakarta karena tempat yang tersedia di area shelter terbatas.
"Akan kami sentralkan di Posko Tagana Yogyakarta karena dapur umum itu nantinya tidak hanya akan melayani kebutuhan di shelter saja, tetapi mungkin juga ada warga yang menjalani isolasi mandiri seperti yang pernah kami lakukan untuk warga di Kelurahan Pandeyan," kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Minggu (20/9/20200.
BACA JUGA: Tertular Pedagang Pasar, Sembilan Warga Kokap Positif Covid-19
Ia menjelaskan, dapur umum di Posko Tagana Yogyakarta akan menyediakan kebutuhan makan tiga kali sehari bagi penghuni selter dan pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.
Pemerintah menyediakan dana Rp20.000 untuk sekali makan dan Tagana menyiapkan set menu makanan tinggi kalori dan protein untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi.
"Kami juga akan mengundang ahli gizi untuk memberikan rekomendasi mengenai menu tinggi kalori dan protein yang disarankan," kata Agus.
Setiap penghuni selter penanganan pasien COVID-19 diminta mengisi data identitas dengan benar agar petugas bisa menyiapkan makanan sesuai dengan kebutuhan gizi mereka.
"Misalnya nanti ada lansia atau anak balita, maka akan ada perbedaan komposisi menu yang dibutuhkan, atau ada pasien dengan alergi makanan tertentu," kata Agus.
Makanan yang disediakan bagi pasien COVID-19 akan dikemas dalam kardus dengan standar khusus untuk meminimalkan kontak dengan pasien.
"Kardus bekas makan pun harus dimasukkan ke kantong sampah yang sudah diberi label infeksius dan ditali sehingga petugas pun bisa melakukan penanganan sampah dengan baik," kata Agus.
Ia mengatakan bahwa penghuni selter penanganan pasien COVID-19 tidak diperkenankan menerima kiriman makanan dari keluarga.
Petugas yang memakai alat pelindung diri lengkap akan mengantar makanan untuk mereka ke selter penanganan COVID-19.
"Kami jamin pemenuhan kebutuhan makanan mereka sehari-hari, termasuk seluruh kebutuhan di selter. Misalnya alat mandi dan kebersihan. Bahkan seprei dan sarung bantal akan diganti tiap tiga hari sekali," katanya.
"Harapan kami, apabila nanti ada warga yang menghuni selter, maka warga tersebut diharapkan memahami bahwa mereka menempati selter tersebut supaya segera sehat dan tidak menularkan virus ke orang di sekitarnya. Ini butuh kerja sama," ia menambahkan.
Menurut data pemerintah, pada Sabtu (19/9/2020) ada tambahan 29 kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta. Sebanyak 26 dari 29 pasien yang baru dikonfirmasi tertular penyakit itu tidak mengalami gejala sakit, tiga lainnya mengeluh batuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
LPS mencatat 14 BPR dan BPRS dilikuidasi sepanjang 2026. Lemahnya tata kelola menjadi salah satu penyebab utama kegagalan bank.
Pemkot Jogja menyiapkan pembiayaan melalui Jamkesda bagi korban kekerasan saat demonstrasi 28 Oktober 2026 setelah verifikasi Dinsos.
KSPSI AGN-ATUC Gunungkidul mengusulkan UMK 2027 minimal Rp2.659.000 atau naik 7,5%-10% demi menjaga daya beli pekerja.
Mentan Amran mengungkap 13 tersangka dalam delapan kasus pelanggaran beras yang melibatkan 15 merek. Pelaku terancam pidana hingga tujuh tahun.
Polresta Jogja menetapkan pria berinisial W sebagai tersangka dan menahannya setelah kedapatan membawa senjata tajam saat aksi 28 Oktober di Malioboro.
Produksi ikan budidaya Kota Jogja rata-rata 48,59 ton per tahun. Pemkot mendorong pengembangan pokdakan untuk memenuhi kebutuhan warga.