Suahasil Gantikan Purbaya, Ekonom UAJY Soroti Fiskal Daerah
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang terletak di Gedongkuning, Kotagede, Kota Jogja, ditutup karena Covid-19. Namun, penutupan ini tidak berkaitan dengan kasus Covid-19 pengurus PWM DIY.
Wakil Ketua PWM DIY, Azman Latif, menyampaikan bahwa hingga saat ini tiga pengurus PWM DIY terkonfirmasi positif Covid-19, salah satunya mantan Wali Kota Jogja Herry Zudianto yang menjabat sebagai bendahara. Ketiganya positif setelah masuk radar tracing, karena memiliki kontak erat yang cukup intens dengan Direktur Utama PKU Gamping, Sleman. Ketiga pengurus PWM DIY yang positif tersebut tidak menunjukkan gejala sakit.
BACA JUGA: Dampak Covid-19 di DIY: Transaksi Rp623 Miliar per Bulan dari Mahasiswa Hilang
Namun, Azman menuturkan kantor PWM DIY ditutup bukan karena ada tiga pengurus yang positif, tetapi karena ada anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sempat berkunjung ke kantor. “Jauh sebelumnya sudah ditutup karena aktivitas IMM yang positif dan ke kantor dan kontak dengan karyawan” katanya.
Namun seluruh karyawan telah di-swab dan menunjukkan hasil negatif Covid-19.
Sementara, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mendapatkan Herry Zudianto ketahuan positif Covid-19 pada Kamis (17/9/2020) malam. “Kamis malam terkonfirmasi positif,” katanya, Senin (21/9/2020).
BACA JUGA: Mantan Wali Kota Jogja Herry Zudianto Positif Covid-19, Begini Kondisinya
Gugus tugas kini menelusuri riwayat kontak HZ. Namun persoalannya, tidak semua kontak erat Herry berdomisili di Kota Jogja. Apalagi Herry Zudianto aktif dalam Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sehingga dia memiliki mobilitas tinggi. “Mungkin juga karena bagian pengurus Muhammadiyah, saya kira ada intensitas ketemuan juga, ini yang kita yang belum bisa memutuskan,” kata Heroe.
Menurut Heroe pengurus PWM DIY sebagian tidak beralamat di Kota Jogja. “Sehingga tracing-nya bukan di kami, jadi kami tidak bisa menyampaikan itu,” ujarnya.
Heroe mengatakan kondisi fisik Herry Zudianto saat ini sehat masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). “Kondisi sehat, OTG, ibu juga sudah di-swab, hasilnya negatif," ujarnya.
BACA JUGA: NU & Muhammadiyah Minta Pillkada Ditunda, Istana Bersikeras Jalan Terus
Sementara, Herry Zudianto mengaku dalam kondisi bugar. Melalui pesan Whatsapp, dia menyampaikan kondisi terbarunya.
“Alhamdulillah makan sate kambing muda tetep enak. Tidak ada keluhan apa-apa. Pagi tadi olahraga seperti biasa,” ujar Herry.
Wakil Ketua PWM DIY, Azman Latif, menyampaikan bahwa hingga saat ini tiga pengurus PWM DIY terkonfirmasi positif Covid-19, salah satunya Herry Zudianto yang menjabat sebagai bendahara. Ketiganya positif setelah masuk radar tracing, karena memiliki kontak erat yang cukup intens dengan Direktur Utama PKU Gamping, Sleman. Ketiga pengurus PWM DIY yang positif tersebut tidak menunjukkan gejala sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.