BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Ringan
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Kegiatan diskusi kebangsaan yang digelar Minggu (20/9/2020). /Ist-Dok DPD
Harianjogja.com, JOGJA--Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam mempertahankan dan mewariskan nilai kebangsaan kepada generasi milenial di era industri 4.0. Mengingat tantangan saat ini berasal dari dalam dan luar negeri terjadi secara berkelanjutan. Isu ini dibahas dalam Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa yang dihadiri para pemuda, Minggu (20/9/2020).
Alumni Lemhanas Wajdi Rahman mengatakan perubahan zaman menjadi keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh suatu negara. Salah satunya revolusi industri 4.0 dengan berbagai pirantinya yang berpotensi menimbulkan ancaman dan dampak terhadap warga di suatu negara. Sehingga setiap negara harus bersaing mengembangkan kualitas sumber daya manusianya atau dengan meningkatkan kecerdasan manusia. Persaingan antar negara saat ini mengarah pada persaingan kecerdasan secara global.
Baca juga: Setelah NU, Kini Muhammadiyah Minta Pemerintah Tunda Gelaran Pilkada Tahun Ini
"Jika mengabaikan kenyataan atas persaingan ini, maka bisa jadi Indonesia terpinggirkan dalam kompetisi global dan dipandang rendah oleh bangsa lain. Sehingga diperlukan pengembangan kecerdasan masyarakat, kualitas SDM yang kontributif terhadap proses peningkatan wawasan kebangsaan," terangnya dalam rilis yang diterima, Senin (21/9/2020).
Ia menilai keluarga menjadi titik pertama untuk mengembangkan kecerdasan kepada generasi milenial. Tetapi salah kaprahnya, fasilitasi kecerdasan ini penanaman nilainya diarahkan untuk mengejar status dan materi sehingga banyak anak yang berpikiran bahwa kesuksesan hanya diukur dari harta dan tahta. Padahal kemampuan berkontribusi besar terhadap negara bisa menjadi suatu bentuk kesuksesan.
Baca juga: Dinkes DIY Gandeng Banyak Pihak Masifkan Sosialisasi Protokol Kesehatan
"Kekayaan Indonesia memiliki ragam suku, budaya, bahasa, etnis, golongan dan agama merupakan kekuatan positif yang dapat mendukung pembangunan bangsa. Tetapi disisi lain, juga mengandung potensi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Ini jadi tantangan untuk memahamkan generasi muda saat ini," ujarnya.
Anggota DPD RI Cholid Mahmud menyatakan upaya mempertahankan dan mewariskan nilai kebangsaan terutama kepada generasi milenial mutlak dilakukan. Agar bangsa ke depan dapat mengatasi berbagai ancaman, tantangan munculnya berbagai konflik hingga degradasi moral. Ia sepakat, bahwa kualitas SDM menjadi kunci dalam menghadapi persoalan ini.
Menurutnya melalui sosialisasi nilai kebangsaan diharapkan bisa memupuk semangat kebangsaan pada generasi milenial. Sehingga dapat melestarikan nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi dasar dalam bersikap setiap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapannya nilai-nilai empat konsensus dasar kebangsaan dapat tercermin di dalam pemikiran, sikap dan perilaku setiap warga terutama pada generasi milenial saat ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.