Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Tiga napiter membacakan ikrar setia NKRI di hadapan para pejabat dan tamu penting yang hadir di Lapas Kelas IIA Jogja, Kamis (9/11/2023). (Harian Jogja/Alfi Annissa Karin)
Harianjogja.com, PAKUALAMAN–Sebanyak tiga napi tindak pidana terorisme (napiter) membacakan ikrar untuk setia terhadap NKRI di Lapas Kelas IIA Jogja, Kamis (9/11/2023) siang. Pembacaan ikrar setia pada NKRI ini merupakan perwujudan dari berhasilnya Lapas Kelas IIA Jogja melakukan deradikalisasi.
Kepala Lapas Kelas IIA Jogja Soleh Joko Sutopo mengatakan mereka adalah adalah Syahrial, Syamsudin, dan Sunaryandoyono. Para napiter ini sebelumnya diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Baca Juga: Belum Konkret, Deradikalisasi Masih Sebatas Gaung
Setidaknya ada 10 poin ikrar yang mereka bacakan. Di antaranya, mereka mengakui NKRI sebagai negara yang sah. Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika juga dipercaya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Ketiga napiter juga bersedia untuk lepas dari kepemimpinan kelompok jaringan radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan NKRI. Seusai ikrar dibaca dengan lantang, masing-masing napiter lalu melakukan penghormatan dan mencium bendera merah putih.
Dia menyebut ketiga napiter ini masuk ke Lapas Kelas IIA Jogja pada 20 September 2023. Menurut Soleh, ketiganya telah mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik. Mulai dari pengenalan lingkungan lapas, salat berjamaah, hingga pembinaan penyuluhan hukum yang dilakukan oleh lembaga bantuan hukum.
“Setiap tanggal 17 warga binaan lapas melaksanakan upacara bendera. Ketiga napiter ini akan menjadi petugas pengibar bendera. Semoga ketiganya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Soleh saat ditemui di Lapas Kelas IIA Jogja, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Haedar Nashir Harap Deradikalisasi Diganti dengan Moderasi
Sejauh ini, ketiga napiter dinilai telah menunjukkan perubahan perlaku yang positif. Mereka juga menjalani masa pidana dengan kooperatif. Seluruh kegiatan pembinaan diikuti dengan penuh semangat. Syahrial, Syamsudin, dan Sunaryandoyono juga mampu bersosialisasi dengan warga binaan pemasyarakatan lainnya. Menurutnya, ini mencerminkan perilaku yang berkesesuaian dengan ideologi Pancasila. Soleh menambahkan, masa tahanan ketiga napiter masih tersisa satu tahun lagi.
“Tapi nanti ada hak-hak yang bisa diberikan,” imbuhnya.
Baca Juga: Mantan Pelaku Terorisme Perlu Dokter Spesialis Deradikalisasi
Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Agung Rektono Seto menuturkan sejauh ini ada tiga napiter dan satu napiter perempuan. Ikrar setia NKRI yang hari ini dibacakan menjadi wujud dari berhasilnya Lapas Kelas IIA Jogja melakukan deradikalisasi. Menurutnya, upaya ini juga tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Mulai dari Pemkot Jogja, Kodim 0732, BNPT, Kejaksaan, Kesbangpol, hingga Kepolisian.
“Ini menjadi percontohan bahwa bisa kok napiter itu kembali cinta NKRI. Ini tentunya menjadi penilaian terhadap pembinaan kepada napiter tersebut,” ujar Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.
Jadwal bola malam ini 18-19 Mei 2026 menghadirkan Arsenal vs Burnley, semifinal Liga Arab Saudi, hingga La Liga 2 Spanyol.
Google resmi meluncurkan Gemini Intelligence untuk Android, tetapi fitur AI canggih ini hanya tersedia di HP flagship tertentu dengan RAM minimal 12GB.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.