Wisatawan di Bantul Masih Didominasi Warga DIY-Jateng, PSBB Jakarta Tak Berdampak

Foto ilustrasi: Wisatawan bermain dan berenang di Pantai Parangtritis, Bantul. - Harian Jogja/Desi Suryanto
21 September 2020 10:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola sejumlah objek wisata di Mangunan dan sekitarnya, Purwo Harsono mengatakan dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diberlakukan di DKI Jakarta belum terasa.

Selama ini kunjungan wisatawan ke Mangunan memang masih sedikit dibanding sebelum pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19.

“Sebelum adanya PSBB Jakarta pengunjung memang belum normal seperti hari biasa sebelum pandemi. Kebanyakan pengunjung juga masih wisatawan lokal DIY dan Jawa Tengah,” kata Purwo Harsono, saat dihubungi Minggu (20/9/2020).

Baca juga: Epidemiolog UI Sebut Jika Tidak Ada PSBB, Kurva Penularan Covid-19 Lebih Buruk

Senada disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah, “Enggak berpengaruh [PSBB Jakarta] karena pengunjung kami masih seputaran Jogja. Rombongan dari luar kota masih terbatas,” ucap Annihayah.

Meski demikian pihaknya terus melakukan evaluasi terkait dengan penerapan protokol kesehatan di semua objek wisata agar tidak terjadi klaster penularan Covid-19 dari sektor pariwisata di Bantul. Ia mengklaim sarana dan parasarana penunjang protokol kesehatan di objek wisata sudah tersedia.

Baca juga: Tak Banyak Pemuda Ngopi di Cafe, Penjualan Arabika Anjlok

Pelanggaran yang terjadi justeru dari wisatawan. “Pengunjung masih membandel. Bawa masker tapi enggak dipakai, macam-macam alasannya,” kata Annihayah.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan tim penegakan hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Polisi dan TNI dalam menegakkan protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata.