Advertisement

Jakarta PSBB, Seperti Ini Suasana Wisata di Gunungkidul

David Kurniawan
Senin, 21 September 2020 - 09:27 WIB
Nina Atmasari
Jakarta PSBB, Seperti Ini Suasana Wisata di Gunungkidul Wisatawan mengunjungi pantai kukup saat masa percobaan new normal, Gunungkidul, Minggu (28/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kebijakan PSBB di Jakarta tidak berpengaruh banyak terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan mayoritas pengunjung masih didominasi dari kawasan regional Jawa Tengah-DIY.

Tim Pemasaran Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto mengatakan, untuk kawasan wisata di Nglanggeran sudah mulai menggeliat sejak dilakukan uji coba pembukaan beberapa waktu lalu. Hanya saja, untuk keadaan belum bisa kembali normal seperti sebelum adanya pandemi corona.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Baca juga: Tak Banyak Pemuda Ngopi di Cafe, Penjualan Arabika Anjlok

Dia menjelaskan, untuk saat ini kunjungan per hari hanya sekitar 50 pengunjung. Sedangkan untuk libur akhir pekan meningkat menjadi 100-150 pengunjung. “Kondisinya memang masih belum pulih,” katanya, Minggu (20/9/2020).

Heru mengakui, jumlah kunjungan masih didominasi pengunjung dari regional Jateng-DIY. Oleh karenanya, kebijakan PSBB yang diterapkan di Jakarta tidak berpengaruh terhadap penurunan kunjungan di Gunung APi Purba Nglanggeran. “Turunnya karena pandemi corona secara global, tapi untuk PSBB saya kira tidak ada karena kunjunga masih seputaran DIY dan Jateng,” katanya.

Baca juga: Epidemiolog UI Sebut Jika Tidak Ada PSBB, Kurva Penularan Covid-19 Lebih Buruk

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono. Menurut dia, hingga Jumat (19/9/2020) kunjungan di destinasi wisata Gunungkidul selama pandemic corona sebanyak 478.110 pengunjung. Jumlah ini didominasi oleh wisatawan dari Jateng dan DIY.

Oleh karenanya, ia beranggapan kebijakan PSBB di Jakarta tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan pariwisata di Gunungkidul. “Memang masih cakupan regional Jateng-DIY, jadi saya kira tidak ada pengaruhnya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement