Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– PMI Gunungkidul telah melakukan pemakaman sesuai dengan standar Covid-19 sebanyak 185 jenazah. Pemakaman ini tidak hanya berasal dari lingkup Gunungkidul, tapi ada juga yang berasal dari luar daerah.
Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo mengatakan, proses pemakaan ala corona masih terus bertambah. Adapun pemakaman dengan cara ini terkahir dilakukan pada Senin (21/9/2020) kepada seorang perempuan asal Kapanewon Playen.
Dia menjelaskan, pemakaman ala Corona dilakukan untuk antisipasi agar tidak ada penularan virus. Meski demikian, tidak semua jasad yang dimakamkan dengan cara ini terbukti positif karena ada yang masih berstatus suspek. “Ya untuk yang pasien positif, prosedurnya lebih ketat. Sebagai contoh untuk masker, petugas wajib menggunakan masker N95,” katanya saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).
Mantan Camat Wonosari ini mengungkapkan, tidak semua jenasah yang dikebumikan berasal dari Gunungkidul. Hal ini dikarenakan sebanyak 48 kasus merupakan kiriman dari luar daerah. “Ini membuktikan bahwa di Gunungkidul tidak ada penolakan karena jenasah dari luar daerah tetap diterima dan dikebumikan,” katanya.
Iswandoyo mengungkapkan, untuk pemakaman tidak hanya melibatkan internal PMI karena juga melibatkan tim dari BPBD maupun tagana. “Para petugas kami bekali alat pelindung diri dan juga sudah ada proses sterilisasi bagi petugas yang selesai melakukan pemakaman ala Covid-19,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.