Suranto Berjuang Daftarkan Istri Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Suranto saat mengurus kepesertaan BPJS kesehatan istrinya di Kantor BPJS Sleman, Kamis (24/9/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
25 September 2020 10:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Suranto warga Dusun Benteng, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, tak patah semangat untuk mengurus kepesertaan istrinya, Rumtiyati, menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Pasalnya, nama Rumtiyati meskipun terdaftar di kartu keluarga (KK) tetapi belum mendapatkan kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). "Hanya istri dan anak saya yang paling kecil yang belum menjadi peserta. Sebelumnya kami menjadi peserta Jamkesda yang ditanggung pemerintah," katanya kepada Harian Jogja, Kamis (24/9/2020).

Setelah layanan Jamkesda sudah terintegrasi dengan program BPJS Kesehatan, Suranto baru mengurus perpindahan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ia sudah memperbarui data KK dan juga mengurus kepesertaan istrinya. "Saya sudah mengurus ke Dinsos Sleman, soalnya saya peserta BPJS Kesehatan KIS yang dibiayai pemerintah," katanya.

Dia memperjuangkan istrinya menjadi peserta bukan tanpa alasan. Pekerjaan Suranto sebagai buruh harian lepas tidak bisa jadi pegangan. Padahal, istrinya sewaktu-waktu membutuhkan pemeriksaan kesehatan. "Istri saya tensinya sering tinggi, hipertensi. Sering kontrol ke puskesmas. Kalau ada kartu BPJS saya bisa tenang," katanya.

Selain istrinya yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin, anak keduanya, Bagas Alif Musthofa, juga membutuhkan layanan kesehatan yang rutin. Bagas, kata Suranto, sejak kecil menjadi anak autis. Beruntung, Bagas sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sehingga layanan kesehatannya ditanggung pemerintah. "Usia Bagas saat ini sudah 13 tahun. Sejak kecil autis sudah dipernah terapi di RS Grhasia, Pakem. Saat ini setelah mendapat rujukan dari puskesmas terapinya di RS Moyudan," katanya.

Ia berharap kondisi Bagas terus membaik. Pasalnya, sejak usia SD Bagas sudah tidak bisa lagi mengikuti pelajaran. Karena kondisi tersebut, saat ini Bagas tidak mengenyam bangku sekolah. "Dulu saat PAUD/TK sekolah, tetapi tidak bisa mengikuti pelajaran. Saat ini saya butuh kontrol kondisi Bagas, kalau pakai obat dia bisa tenang," kata dia.

Kini dia mengusahakan kepesertaan istrinya dalam program JKN KIS. Suranto akan mengurus kembali aktivasi data kependudukan Rumtiyati ke Disdukcapil. "Saya mengurus dulu ke Dukcapil Sleman agar segera diaktivasi," katanya.