Sukses Luring-Daring, FKY 2020 Menuai Pujian

Tangkapan gambar Direktur Utama FKY 2020, Raras Paksi Alit, dalam acara daring penutupan FKY 2020 Mulanira 2, Sabtu (26/9/2020).- Harian Jogja - Galih Eko Kurniawan
26 September 2020 23:07 WIB Galih Eko Kurniawan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Baru tahun ini, Festival Kebudayaan Yogyakarya (FKY) digelar secara tidak biasa karena fokus utama penyelenggaraannya dilakukan secara daring. Tidak ada hingar bingar agenda pembukaan ataupun penutupan yang melibatkan orang banyak dan ditonton massa secara langsung.

Tahun ini, pembukaan dan penutupan hanya melibatkan orang-orang tertentu saja. Sebut saja panitia, tim kreatif, tim produksi daring ataupun tamu undangan. Alasannya, acara momentum itu dilakukan secara daring, dinikmati massa lewat platform web atapun media sosial.

Penyebab utamanya tentu saja adanya pandemi Covid-19. Pandemic yang membuat pelaksanaan FKY mundur dari jadwal semula. Alhasil, semua pelaksanaan di tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam penutupan FKY 2020 Mulanira 2 yang dilakukan di Museum Sonobudoyo, Sabtu (26/9/2020), giliran Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, yang hadir. Bergantian dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, yang jadi tamu undangan utama saat pembukaan pada Senin (21/9/2020), juga di Sonobudoyo.

Baskara menegaskan FKY tahun ini bisa dibilang virtual FKY. Dilangsungkan dengan segala tantangan yang tidak mudah yang menjadikan FKY tahun ini sangat berubah. Apresiasi patut diberikan kepada panitia yang bisa mewujudkan FKY 2020 melebihi ekspetasi yang pernah dipikirkan.
“Tak cuma panitia, apresiasi juga kepada para seniman dan budayawan yang dengan senang hati membuat FKY konsisten terus berjalan. Juga untuk Dinas Kebudayaan DIY yang tetap menjaga FKY ini tetap bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya, Sabtu.

Direktur Utama FKY 2020 Mulanira 2, Paksi Raras Alit, berharap gelaran FKY kali ini jadi angin segar bagi kreativitas di Jogja karena dengan berbagai adaptasi terhadap pandemi Covid-19, ternyata acara seni bisa berlangsung dan tidak ada masalah dengan audiens.

Dengan berkelakar, Paksi menyebutkan apabila biasanya yang dilaporkan itu omzet penjualan pasar seni ataupun parkir, kini yang dilaporkan jumlah pengunjung web dan pengunjung platform media sosial FKY.

Untuk web, panitia mencatat ada 123.432 pengunjung selama enam hari pelaksanaan sedangkan untuk platform media sosial, tercatat ada 11.287.651 pengunjung. “Lewat format daring ini pula, pengunjung tak cuma dari Indonesia tetapi juga dunia, seperti Eropa, Australia dan Asia,” ucapnya.

Untuk kunjungan luring juga tak kalah bagusnya karena selama enam hari ada 588 orang dengan sistem kunjungan terbatas dan ada 595 peserta lomba padahal baru pertama kali ini FKY menggelar lomba.

“Teryata FKY bisa ditonton seluruh dunia bahkan jumlahnya melebihi FKY tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, FKY tahun ini bisa jadi percontohan sebuah penyelenggaraan berformat digital. Terima kasih untuk panitia, seniman dan seluruh pendukung acara,” ujar Paksi.