SMK Ma'arif 2 Tempel Tambah Fasilitas Baru

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto (tengah) seusai meresmikan pembangunan gedung Center of Excellence di SMK Ma'arif 2 Tempel, Sabtu (26/9 - 2020)
26 September 2020 17:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - SMK Ma'arif 2 Tempel Sleman menambah fasilitas Center of Excellence. Peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut dilakukan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto, Sabtu (26/9/2020).

Kepala SMK 2 Ma'arif Tempel Atik Sunaryati mengatakan SMK tersebut sejak awal juga masuk dalam daftar sekolah yang direvitalisasi. Rencana pembangunan Gedung Center of Excellence tersebut sempat tertunda karena pandemi Covid-19. 

"Baru bisa dilakukan peletakan batu pertama pada bulan ini. Kami berharap gedung ini cepat selesai dibangun agar SMK Ma'arif 2 Tempel menjadi salah satu SMK unggulan," katanya. 

Kegiatan tersebut sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 Kecamatan Tempel. Meskipun menghadirkan sejumlah kepala sekolah, namun penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan. "Kami tetap menerapkan protokol kesehatan, maksimal undangan yang hadir 50 orang," katanya.  

Ketua LP Ma'arif NU DIY Sugiono mengatakan di wilayah DIY terdapat 38 unit sekolah menengah atas yang didirikan NU. Sebanyak 24 unit berupa SMK. Dari 38 sekolah menengah atas milik NU, delapan sudah terakreditasi A, salah satunya SMK Ma'arif 2 Tempel. "Sebanyak 24 unit terakreditasi B," katanya. 

Sekolah menengah atas yang berafiliasi dengan NU, katanya, paling banyak tersebar di Gunungkidul 12 unit, Kulonprogo 10 unit, Bantul 7 unit, Sleman 8 unit dan Kota Jogja 2 unit. "Untuk minat, jumlah guru saat ini terdaftar 719 guru dan 6.556 siswa. Pembelajaran yang kami berikan disesuaikan dengan kebutuhan industri dengan guru yang kompeten di bidangnya," katanya. 

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan keberadaan Gedung Center of Excellence tersebut salah satunya untuk mewujudkan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, pendidikan vokasi dan industri harus benar-benar link dan match. "Dengan cara kolaborasi dan sinergis baik dengan kampus vokasi hingga dunia industri diharapkan menghasilkan SDM unggul dan kompeten,” kata Wikan.

Koordinator Lapangan Kegiatan Penyambutan Kunjungan Dirjen Pendidikan Vokasi di SMK Ma'arif 2 Tempel, Nurdin, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 40 Kepala SMK Ma'arif se DIY-Jateng. Selain menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut, para kepala sekolah juga bersilaturahmi dengan dirjen.

"Dalam silaturahmi ini kami saling tukar pikiran dengan tema Maju Bersama Vokasi dari Seluruh SMK Ma'arif NU untuk Indonesia," katanya di sela kegiatan. 

Selain itu, pihaknya juga memamerkan hasil karya siswa dari tiga program studi. Baik karya tata busana, tata boga dan hasil siswa TKR otomotif. "Peserta juga akan menerima motivasi dari Ketua LP Ma'arif NU DIY Sugiono," katanya.